Panglima Baru TNI Harus Fokus terhadap Isu Kawasan

- 14 November 2017 20:21 wib
Ilustrasi. Foto: Antara/Irsan Mulyadi
Ilustrasi. Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Jakarta: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bakal pensiun Maret 2018 nanti. Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi diminta mempersiapkan penggantinya yang bisa membawa TNI berwibawa di dunia internasional.

“Setidaknya ada tiga dinamika isu kawasan yang harus menjadi perhatian khusus Panglima TNI pengganti Gatot,” kata intelijen dari Universitas Indonesia, Ridlwan Habib, dalam keterangan tertulis, Selasa 14 November 2017.

Pertama soal isu Laut China Selatan. Posisi Indonesia yang amat strategis membutuhkan visi kepemimpinan Panglima TNI yang jelas atas isu ini.

“Perlu penguatan pangkalan di pulau terluar, misalnya di Ranai. Perlu juga tambahan alutsista untuk TNI AL dan TNI AU,” kata dia.

Angkatan Laut Indonesia, kata dia, seharusnya mampu beroperasi maksimal di luar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) bahkan hingga 200 nautical mile dari lepas pantai.

Kedua adalah dinamika konflik ISIS di Filipina Selatan. Walaupun Marawi sudah berhasil direbut tentara Filipina, namun jalur laut belum sepenuhnya aman.

“Perlu penguatan operasi bersama Angkatan Laut didukung kekuatan armada udara di kawasan itu,” katanya.

Problem ketiga adalah isu Papua yang terus digaungkan kelompok-kelompok separatis. “Seorang Panglima TNI idealnya memiliki kemampuan pengendalian operasi penggalangan agar isu Papua tidak dimanfaatkan secara negatif oleh kelompok separatis bersenjata,” katanya.

Koordinator Indonesia Intelligence Institute itu meyakini Presiden Joko Widodo sudah memiliki calon pengganti yang tepat bagi Gatot. “Pak Jokowi tentu sudah punya kalkulasinya, dari sisi waktu tentu sudah wajar jika Panglima yang sekarang diganti,” kata dia.

Ketua Kelompok Fraksi PPP Komisi I DPR RI Arwani Thomafi mengatakan Panglima TNI yang akan datang harus berperan dalam melancarkan sejumlah agenda politik, seperti pilkada serentak pada 2018 dengan pemilihan legislator serta pemilihan presiden 2019.

"Panglima baru harus memastikan TNI tak berpolitik praktis, imparsial, dan teguh mengawal kedaulatan NKRI," kata dia.

Modernisasi kekuatan TNI serta persoalan kesejahteraan TNI, kata Arwani, juga menjadi pekerjaan rumah harus harus dibenahi.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PANGLIMA TNI GATOT NURMANTYO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017