DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Masyarakat Diminta tak Fanatik pada Sosok dan Parpol

M Sholahadhin Azhar - 14 Maret 2018 13:57 wib
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta: Masyarakat diminta tidak terlalu fanatik pada sosok atau partai tertentu. Sebab, apa yang dibanggakan masyarakat belum tentu sesuai harapan.
 
"Masyarakat terbelah secara tajam, ini jadi sesuatu yang patut dipertimbangkan. Apa betul mau jadi seperti itu (fanatik)," kata Gubernur Lemhanas, Letjen (Purn) Agus Widjojo saat diskusi dengan Forum Pemred di kantor Lemhanas, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.
 
Ia mempertanyakan sikap pemilih yang kerap bersitegang. Terutama saat kampanye yang merangsang emosi dan menimbulkan keretakan di masyarakat.
 
Menurut Agus, pemilu dua putaran lebih berpotensi menimbulkan gesekan ketimbang pemilu yang sekali jalan. Sebab, ranah pertarungan semakin lebar. "Baik di daerah maupun di level pusat, dua putaran sangat berisiko," kata Agus.

 

Baca: Pilkada 2018 Diharapkan Minim Isu SARA

Ketua Forum Pemred Tommy Suryopratomo menyebut ilmu pengetahuan dan literasi atau keinginan membaca masyarakat masih lemah. Dampaknya sangat luas, termasuk kedewasaan dalam berpartisipasi di Pemilu.
 
Ia mencontohkan demokrasi di Amerika Serikat antara Demokrat dan Republik. Perbedaan di sana dengan di Indonesia, tak ada substansi politik yang berlanjut ke urusan personal.
 
"Mereka punya nalar dan logika, sehingga enggak dibawa ke persoalan yang lebih personal. Di Indonesia tidak, perkara sepak bola saja bisa jadi musuhan," kata Tommy.
 
Tomy mengimbau media ikut mendidik masyarakat terkait politik. Sebab, saat ini demokrasi digiring ke arah paradigma idealisme soal demokrasi yang seakan ideal.
 
"Kalau kita berkelahi sendiri dan besok musuh-musuhan, maka (demokrasi) bukan untuk kita. Dan kita tak menikmati apa-apa," kata Tommy.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018