DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Nasdem Nilai Mahfud Memenuhi Kriteria Jadi Cawapres Jokowi

- 11 Juli 2018 23:41 wib
Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) bersama mantan Ketua MK dan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menyampaikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/6/2018). Foto: MI/Rommy Pujianto
Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) bersama mantan Ketua MK dan anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD menyampaikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (25/6/2018). Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Partai Nasdem meminta calon wakil presiden pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019 tidak berasal dari partai politik. Dari beberapa nama figur non-parpol yang muncul, Nasdem menilai Mahfud MD memenuhi kriteria sebagai pendamping ideal Jokowi pada Pilpres 2019.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johny G Plate menyampaikan, Mahfud MD ideal menjadi cawapres karena merupakan tokoh besar dan negarawan yang sudah dekat dan membantu kinerja pemerintahan Presiden Jokowi.

"Pak Mahfud itu kan seorang tokoh nasional, dikenal dengan baik, pernah menjadi ketua MK. Seorang mahaguru yang selama ini mengikuti kebijakan Presiden Jokowi. Pak Mahfud baik lah," kata Johny G Plate di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Dihubungi terpisah, anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Taufiqulhadi, mengatakan figur non-parpol yang ideal jadi cawapres Jokowi adalah Mahfud. Taufiqulhadi yakin Mahfud MD bisa meningkatkan elektabilitas Jokowi.

Pasalnya, Mahfud yang merupakan Guru Besar Hukum dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) punya jaringan ke tokoh dan organisasi Islam. Figur Mahfud juga mudah diterima semua pihak karena pemikiran kebangsaannya, dan unggul dalam hal pengalaman dibanding nama bakal cawapres lainnya.

"Pak Mahfud dekat dengan semua kalangan. Kami punya keyakinan, siapapun lawannya, calon kami akan menang," kata Taufiqulhadi.

Anggota Komisi III DPR RI itu menyampaikan, jika figur cawapres Jokowi berasal dari partai politik dikhawatirkan tidak maksimal dalam upaya pemenangan. Sebaliknya, figur cawapres non-parpol akan meningkatkan kebersamaan partai pendukung dalam memenangkan Jokowi.

"Partai-partai itu enggak perlu mengajukan kader untuk cawapres Pak Jokowi, menurut saya biarkan figurnya dari non-parpol saja," jelas Taufiq

Nama cawapres sudah ada di kantong Jokowi dan akan segera diumumkan pada waktu yang tepat. Sebagai petahana, Jokowi kemungkinan besar akan kembali bersaing dengan Prabowo Subianto yang diusung Partai Gerindra dan koalisinya.

Adapun Mahfud, tidak ingin banyak mengomentari wacana pencapresannya. Dia menyerahkan semuanya pada keputusan Presiden Jokowi dan partai pendukungnya.

"Saya serahkan kepada Presiden Jokowi dan partai politik," kata Mahfud di Kedai Kopi Kok Tong, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018