DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.100.381.901 (21 SEP 2018)

Kader PDI Perjuangan Diminta Kawal Program Poros Maritim

M Sholahadhin Azhar - 08 April 2018 11:49 wib
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kemaritiman Rofmin Dahuri (kanan) di sela-sela Rakorbidnas III Kemaritiman. Foto: M Sholahadhin Azhar/Medcom.id
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kiri) bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kemaritiman Rofmin Dahuri (kanan) di sela-sela Rakorbidnas III Kemaritiman. Foto: M Sholahadhin Azhar/Medcom.id

Jakarta: Para kader PDI Perjuangan diminta menggaet para stakeholder untuk mengawal program poros maritim Presiden Joko Widodo. Terutama mereka yang tinggal di kawasan pesisir.

Hal ini disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam Rapat Koordinasi bidang Nasional (Rakorbidnas) III Kemaritiman. Hasto menegaskan Indonesia merupakan poros maritim dunia.

"Kita mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia," kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu, 8 April 2018.

Menurut dia, rapat koordinasi menjadi komitmen PDI Perjuangan memberi dukungan nyata pada program Jokowi. Ada gambaran tentang budaya dan kesadaran Indonesia tentang sektor maritim. Secara geopolitik, Tanah Air berada di posisi strategis yang punya potensi laut luar biasa.

"Hal-hal yang terkait dengan pergerakan ekonomi nelayan itu juga dibahas dalam rakornas ini," kata Hasto.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kemaritiman Rofmin Dahuri yakin program poros maritim ini berpihak pada masyarakat. Sebab, pemanfaatan sektor maritim saat ini belum merata, hanya di Pulau Jawa.

"Bayangkan Jawa menyumbangkan 65 persen ekonomi Indonesia, Sumatera 25 persen, jadi dua pulau yang luasnya 15 persen menyumbangkan 85 persen ekonomi," kata dia.

Saat ini, kata dia, PDI Perjuangan tengah membantu pemerintah merumuskan hal itu. Sehingga, 85 persen wilayah Indonesia yang hanya menyumbang 15 persen, bisa mendongkrak pendapatan lebih maksimal.

"Kalau ini tidak segera dikoreksi maka ekonomi Indonesia tidak akan kompetitif. Karenanya program tol laut yang pada intinya mengembangkan pelabuhan, perhubungan, konektivitas digital ke arah pulau jawa itu dirasa tepat," tandas Rofmin.

 


(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG POROS MARITIM DUNIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 21-09-2018