DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.710.947.522 (17 AGUSTUS 2018)

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Teroris tak Perlu Tunggu RUU Antiteror Rampung

Muhammad Al Hasan - 17 Mei 2018 07:03 wib
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman B Ponto. (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman B Ponto. (Foto: MI/Rommy Pujianto).

Jakarta: Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Soleman B Ponto menyetujui langkah Presiden Joko Widodo dalam membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) sebagai pasukan elite antiteror TNI.

Menurutnya, pelibatan TNI dalam pemberantasan teroris tidak perlu menunggu revisi UU Antiteror rampung. Sebab di dalam UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI, Presiden berhak memerintahkan Panglima TNI untuk menindak aksi terorisme.

"Karena TNI diturunkan berdasar UU No 34 Tahun 2004 pasal 18, bahwa Presiden dapat segera mengerahkan TNI. Sekarang, Presiden telah memerintahkan kepada panglima dan sekarang panglima sudah menyiapkan. Itu sesuai dengan UU TNI, sudah benar," ujar Sulaiman dalam Breaking News Metro TV pada Rabu, 16 Mei 2018.

Baca juga: Pimpinan DPR Targetkan RUU Terorisme Disahkan Sebelum Rapat Paripurna

Pada Pasal 7 ayat 2 poin b disebutkan, salah satu operasi militer selain perang yang dapat dilakukan TNI ialah mengatasi aksi terorisme.

Tidak hanya itu, kondisi lainnya yang memperkuat TNI untuk segera diterjunkan adalah karena teroris termasuk dalam kategori organized armed forces atau kelompok bersenjata yang terorganisir. Dalam hal ini, TNI lah lawan yang sepadan.

"Teroris itu organize arm group, kelompok bersenjata yang terorganisir. Makanya lawannya adalah TNI," pungkas Sulaiman.


(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-08-2018