Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Alasan Jokowi-Ma'ruf Minta Jusuf Kalla Jadi Ketua Tim Pemenangan

Nur Azizah - 11 Agustus 2018 07:39 wib
Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Adam Dwi.
Wakil Presiden Jusuf Kalla. MI/Adam Dwi.

Jakarta: Calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi ketua tim pemenangan nasional. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membeberkan alasan Jokowi-Ma'ruf memilih Kalla.

Kalla dinilai berpengalaman di kancah politik nasional. Selain menjabat wakil presiden selama dua periode, Kalla juga pernah duduk sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Beliau punya pengalaman yang sangat luas. Tapi bagaimana selengkapnya, nanti kami menunggu arahan dari pasangan calon," kata Hasto di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 10 Agustus 2018.

Baca: Jokowi Pilih Tagline Bersih, Merakyat, Kerja Nyata

Tim pemenangan terdiri dari dewan penasihat yang akan diisi ketua umum partai, kemudian dewan pengarah, dan ketua tim kampanye. Lalu ada sekretaris dan wakil-wakil ketua tim kampanye.

"Nanti ada command dan control room yang semuanya akan dilihat dan disusun secara objektif. Gambarannya secara lengkap sebenarnya sudah ada di Pak Jokowi tapi beliau masih sibuk dengan tugas kenegaraan," ungkapnya. 

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan kesiapannya memenangkan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Hal itu menyusul penunjukan Kalla sebagai ketua tim sukses kemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Baca: Kiai Ma'ruf Diyakini Dongkrak Elektabilitas Jokowi

"Kita pertimbangkan bagaimanan cara terbaik yang pasti kita bantu Pak Jokowi," kata Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Politikus senior Golkar itu bersama partai pendukung Jokowi tengah mempelajari strategi yang tepat untuk mendulang suara maupun menangkis berbagai serangan politik dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.



(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018