Pilkada DKI Dinilai Bawa Angin Segar Bagi Kelompok Radikal

Nur Azizah - 18 Mei 2017 20:15 wib
Koordinator Program Wahid Foundation Anis Hamim usai diskusi buku 'Ilusi Negara Islam' di Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 18 Mei 2017--Metrotvnews.com/Nur Azizah
Koordinator Program Wahid Foundation Anis Hamim usai diskusi buku 'Ilusi Negara Islam' di Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 18 Mei 2017--Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Polemik Pilkada DKI Jakarta dinilai membawa angin segar untuk kelompok-kelompok radikal. Kelompok-kelompok radikal dinilai semakin percaya diri usai pilkada DKI berakhir.

"Mereka merasa menang dan percaya diri untuk melakukan tindakan radikal," kata Koordinator Program Wahid Foundation Anis Hamim usai diskusi buku 'Ilusi Negara Islam' di Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 18 Mei 2017.

Anis khawatir tingkat intoleransi di Indonesia diduplikasi banyak pihak. Dengan begitu, intoleran semakin cepat menyebar.

Dalam hasil survei yang dilakukan Wahid Foundation satu tahun lalu menemukan, sebanyak 7,7% atau sekitar 11,5 juta umat Islam bersedia melakukan tindak kekerasan atas nama agama. Sementara, 0,4% responden atau 600 ribu orang mengaku pernah terlibat dalam kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Menurut Anis, salah satu tindakan radikal ialah penyisiran (sweeping), demonstrasi menentang kelompok tertentu, dan lainnya. Anis menuturkan, angka tersebut bukan tidak mungkin meningkat bila penegakan hukum di Indonesia tidak tegas.

"Angka intoleransi bisa menurun dengan penegakan hukum yang tegas. Apapun bentuk kekerasan harus dihukum tidak boleh lagi menoleransi pelanggaran hukum atas nama agama," tegasnya.

Faktor yang berpengaruh langsung terhadap kecenderungan intoleransi dan radikalisme ialah pemahaman agama yang tidak utuh. Faktor lain, pemahaman agama yang bersifat literalis atau harfiah.

"Mereka mengambil mentah-mentah apa yang tertulis. Lingkungan yang radikal juga turut mempengaruhi," ungkap dia.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB DKI 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017