DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Dirut CMNP Kritik Wacana Sandiaga Gratiskan Tol

Yanurisa Ananta - 29 Oktober 2018 21:01 wib
Jembatan Suramadu. Foto: Antara /Risyal Hidayat..
Jembatan Suramadu. Foto: Antara /Risyal Hidayat..

Jakarta: Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Tito Sulistio mengatakan, pernyataan calon wakil presiden Sandiaga Salahudin Uno terkait penggratisan jalan tol kurang tepat.

Pasalnya, tidak semua jalan tol di Indonesia sepenuhnya dibangun oleh pemerintah pusat. Ada juga yang dibangun bersama pihak swasta.

"Dalam kenyataannya jalan tol itu jalan alternatif. Bukan jalan utama. Tol itu bisa dibangun oleh pemerintah pusat tapi pemerintah juga mengajak swasta," tutur Tito saat dihubungi Media Indonesia, Senin, 29 Oktober 2018.

Lebih lanjut Tito menerangkan, jalan tol Jembatan Suramadu yang baru saja digratiskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, merupakan proyek yang dibangun pemerintah pusat. Dengan demikian berbeda dengan jalan tol lainnya.  

"Jalan tol Suramadu itu dibangun pemerintah dibiayai utang luar negeri. Dioperasikan oleh Jasa Marga," kata Tito. 

Tito menambahkan, tiap perusahaan swasta yang terlibat dalam pembangunan jalan tol memiliki perjanjian kontrak kerja sama. Ada yang bekerja sama selama 30 tahun, 35 tahun atau 45 tahun.

(Baca juga: Jokowi Gratiskan Suramadu untuk Keadilan Rakyat Madura)

Sejak awal, kata Tito, perusahaan swasta yang terlibat itu diperbolehkan mengambil untung. "Kalau swasta itu kita punya perjanjian. Lagipula swasta itu butuh kepastian waktu kerja sama. Bisa ditambah juga waktunya sesuai perjanjian. Swasta kan dijanjikan boleh ambil untung," tutur Tito.

Tito mengatakan pernyataan Sandiaga itu menambahkan ketidakpastian pasar saat ini. Ia mengakui Sandiaga paham proses ekonomi, namun pernyataan soal wacana penggratisan tol-tol lama dianggapnya tidak terlalu tepat.

"Memangnya mau dinasionalisasikan? Saya tahu Pak Sandiaga orang ekonomi, tapi kalau soal politiknya saya tidak mau berkometar. Kalau (jalan tol) itu milik pemerintah (sepenuhnya) silakan saja." pungkasnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno menjanjikan akan menggratiskan jalan tol yang sudah lama beroperasi bila ia terpilih menjadi wakil presiden. Pernyataannya itu dilontarkan beberapa saat setelah Presiden Jokowi mengumumkan menggratiskan jalan tol Jembatan Suramadu. 





(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG JEMBATAN SURAMADU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 11-12-2018