Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp 3.686.055.402 (23 JULI 2018)

Bawaslu Persilakan KPU Laporkan Hakim PTUN ke KY

Damar Iradat - 14 April 2018 15:18 wib
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dengan Ketua Bawaslu Abhan. Foto: MI/Rommy.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (kiri) dengan Ketua Bawaslu Abhan. Foto: MI/Rommy.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mempersilakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaporkan dugaan pelanggaran etik hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) ke Komisi Yudisial (KY). Hal itu layak dilakukan jika memang menemukan bukti adanya perlanggaran terkait dikabulkannya gugatan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
 
"Saya enggak bisa komentar. Karena namanya hak mau dilakukan, ya kita juga belum tahu. Baru wacana, nyatanya seperti apa ya wallahu alam," kata Ketua Bawaslu, Abhan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 14 April 2018.
 
Kendati begitu, menurut Abhan, seandainya KY menemukan pelanggaran etik hakim yang memutuskan, hal tersebut tidak secara otomatis menganulir putusan hakim itu. Sebab, yang bisa mengubah putusan hanya peninjauan kembali (PK).

Baca: PTUN Kabulkan Gugatan PKPI

Apalagi, KPU dan Bawaslu tak bisa menganulir putusan PTUN. Kedua lembaga tersebut harus menghormati putusan pengadilan.
 
"Saat ini misalnya KPU menyatakan PKPI tidak sah, tapi kalau misalnya ada putusan tertinggi yang menganulir keputusan itu harus dipenuhi," tegas dia.
 
Menurutnya, aturan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, upaya hukum hanya sampai di PTUN. Kecuali jika ada kejadian luar biasa.
 
"Kalau KPU mau coba lakukan itu ya (menggugat putusan PTUN) berarti ini luar biasa," tandasnya.
 
Sebelumnya KPU berencana berkonsultasi dengan Komisi Yudisial. KPU menilai ada yang ganjil dalam putusan yang dikeluarkan PTUN Jakarta.
 
KPU curiga ada pelanggaran etik yang dilakukan hakim lantaran memenangkan PKPI. Padahal, KPU mengklaim sudah memberikan keseluruhan data dan fakta proses seleksi dari awal pendaftaran hingga proses penetapan.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMILU SERENTAK 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 24-07-2018