DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengakuan Andi Arief Soal Mahar Rp500 Miliar Sandiaga

M Sholahadhin Azhar - 11 Agustus 2018 10:57 wib
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah) Foto: Antara/Muhammad Adimaja.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief (tengah) Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief membeberkan info terkait mahar sebanyak Rp500 miliar yang diberikan Sandiaga Uno pada PAN dan PKS. Andi menyebut informasi itu berasal dari politikus Gerindra Fadli Zon dan elit Gerindra lain.
 
"Itu adalah keterangan resmi dari tim kecil Partai Gerindra, yaitu Fadli Zon, Prasetyo, Sufmi Dasco, dan Fuad Bawazier," kata Andi melalui pesan tertulis, 11 Agustus 2018.
 
Menurutnya, kesepakatan mengenai mahar ini dibeberkan tim kecil dalam konsolidasi bersama pada Selasa, 8 Agustus 2018. Saat itu, Demokrat meminta penjelasan mengenai nama Sandiaga Uno yang muncul dalam bursa cawapres Prabowo. Pasalnya, nama tersebut baru muncul setelah formulasi nama-nama lainnya di bursa.
 
Demokrat, kata dia, meminta penjelasan mengapa nama Sandiaga tiba-tiba dideklarasikan sepihak pada Kamis, 9 Agustus 2018. Tim kecil Gerindra lantas membeberkan bahwa Sandiaga dipilih karena mampu secara finansial, dan membayar mahar kepada PAN dan PKS.
 
"Sebagai kompensasi atas mengalahnya PAN dan PKS untuk tidak menjadi wakil Pak Prabowo," sebut Andi.
 
Lebih lanjut ia menyebut pihaknya tak mempunyai tanggung jawab moral terkait hal ini, apalagi meminta maaf. Seharusnya, Sandiaga yang mengklarifikasi hal ini pada koalisi. Bukan Demokrat yang membeberkan mengenai hal ini.
 
"Maka persoalan soal mahar ini semua anggota koalisi harus mendapat penjelasan dari Gerindra dan Sandi Uno sendiri, benar atau tidak itu harus ada penjelasan," tandasnya.
 
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah adanya mahar Rp500 miliar dari Sandiaga. Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynuddin meminta Andi membuktikan hal tersebut. Suhud bahkan menegaskan ungkapan Andi hoaks.
 
"Ya iyalah (hoaks), Rp500 miliar bagaimana bawanya? Itu enggak benar. Suruh buktikan saja omongannya," kata Suhud.

Baca: Demokrat Diyakini Total Menangkan Prabowo

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade meragukan kebenaran ucapan Andi. "Itu dongeng belaka. Pasalnya, dalam mengeluarkan uang sebesar itu (Rp500 miliar), pasti dicurigai oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)," kata Andre.
 
Sejalan dengan Suhud, Andre juga meyebut ucapan Andi Arief hanya hoaks. "Jadi, pernyataan Andi Arief saya pastikan hoaks," ujarnya.
 
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Wasekjen PAN) Yandri Susanto meminta Andi Arief tak menebarkan fitnah.
 
"Itu tidak benar dan fitnah ya. Mulut comberan Andi Arief itu harap disetop, kalau enggak kita akan tuntut dia di meja hukum," tegas Yandri.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018