Hidayat Nur Wahid: Sosialisasi Empat Pilar Inti dari MPR

Pelangi Karismakristi - 21 Agustus 2016 11:41 wib
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (Foto:Dok.MPR)
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (Foto:Dok.MPR)

Metrotvnews.com, Sragen: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR merupakan kegiatan inti dari salah satu lembaga tinggi negara tersebut.

"Ini bukan karena MPR kurang kerjaan. Tapi melaksanakan perintah UU yaitu UU No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang menugaskan MPR untuk mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," jelas Hidayat Nur Wahid saat mensosialisasikan Empat Pilar di Balai Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (20/8/2016).

Menurut Hidayat, salah satu prinsip yang dikedepankan dalam sosialisasi Empat Pilar adalah soal kenegarawanan.

"Para pendiri bangsa kita adalah negarawan yang luar biasa. Tidak hanya founding fathers tetapi juga founding mothers. Karena ada tiga perempuan yang berperan dalam BPUPKI. Kami dari fraksi PKS yang pertama kali mengatakan bahwa bangsa ini juga didirikan ibu bangsa (founding mothers)," imbuh Hidayat.

Proses perumusan Pancasila dari 1Juni hingga Pancasila yang disahkan 18 Agustus 1945,  sambung Hidayat, merupakan bukti kenegarawanan pendiri bangsa. Pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta salah satu bukti kenegarawanan.

"Jiwa kenegarawanan itu yang kita ingin kedepankan dalam sosialisasi Empat Pilar. Jiwa kenegarawanan untuk mau bermusyawarah, berdialog, menghargai perbedaan pendapat. Para pendiri bangsa telah memberi teladan jiwa kenegarawanan," ucap dia.

Hidayat tidak bisa membayangkan bila pada masa lalu tidak ada kenegarawanan para pendiri bangsa. Indonesia yang begitu beragam terdiri dari 17.000 pulau, 1.200 suku bangsa, 600 bahasa bisa terpecah seperti negara Yugoslavia dan mengalami nasib seperti negara Timur Tengah.

"Apa yang membuat kita bersatu dan tidak terpecah adalah karena Indonesia dibingkai Pancasila dan UUD 1945. Sekarang bagaimana sila-sila itu dipahami dengan baik dan benar untuk dilaksanakan dengan baik dan benar," tukas dia.

Di akhir ceramahnya, Hidayat merasa yakin bila sila-sila Pancasila dipahami dan dilaksanakan dengan baik dan benar maka Indonesia tidak mengalami kondisi darurat (moral, kekerasan seksual, narkoba, pornografi, dan minuman keras).


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MPR ADS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017