Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp 3.686.055.402 (23 JULI 2018)

Romy Mengakui Isu Jokowi PKI untuk Pilpres 2014

Yogi Bayu Aji - 13 April 2018 20:22 wib
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama - Medcom.id/Yogi Bayu Aji.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama - Medcom.id/Yogi Bayu Aji.

Semarang: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy menekankan isu Presiden Joko Widodo prokomunis adalah hoaks belaka. Isu itu berakar dari terbitnya Tabloid Obor Rakyat pada masa Pilpres 2014.

Posisi PPP kala itu mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Romy, sapaan Romahurmuziy, didapuk sebagai Ketua Divisi Strategi Kampanye Prabowo-Hatta.

Dia mengaku ada pendukung Prabowo yang menawarkan membuat hoaks untuk menyerang Jokowi. Namun, Romy menolak mentah-mentah tawaran itu.

"Yang muncul pada saat itu adalah bahwa Pak Jokowi adalah anak seorang Tionghoa yang bernama Oei Hong Leong, dan dia adalah aktivis PKI (Partai Komunis Indonesia). Itu dibuat dibukukan, dibakukan ke dalam satu tabloid yg bernama obor rakyat," kata Romy dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 13 April 2018.

(Baca juga: Perjalanan Obor Rakyat, Gejolak Pilpres hingga Dilaporkan ke Bareskrim)

Romy mengaku sempat diminta mengoreksi edisi pertama Obor Rakyat. Namun, dia sadar tabloid itu penuh fitnah yang bisa berbahaya dikemudian hari sehingga enggan terlibat di dalamnya.

"Saya mengatakan kalau ini fitnah ini kriminal. Kalau ini kriminal bisa bermasalah kalau nanti kalah. Kalau menang pun juga bisa bermasalah tetapi kalau kalah sudah pasti bermasalah. Itu yang terjadi karena kemudian pembuat Obor Rakyat dihukum dan itulah yang sudah saya prediksikan waktu itu," jelas dia. 

Dia menyayangkan isu ini terus berkembang di masyarakat. Padahal, saat Jokowi ikut pilkada di Solo dan Jakarta, isu itu tak pernah muncul. 

"Mengapa demikian pada tahun 2014 posisinya berhadapan tiba-tiba muncul isu komunis. Itu artinya ini adalah rekayasa," tukas dia. 


 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 24-07-2018