DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

JK Resmikan Rumah Sakit Islam Surabaya A Yani

Desi Angriani - 12 Juli 2018 11:56 wib
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)--Medcom.id/Desi Angriani.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)--Medcom.id/Desi Angriani.

Surabaya: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya A Yani. Rumah sakit tersebut sebagai referensi proyek percontohan rumah sakit di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Ini melengkapi niat baik dan harga diri biar mempunyai layanan yang Islami dan mengedepankan teknologi, saya ingin sampaikan penghargaan," kata JK dalam sambutannya di RSI Surabaya, Jalan A Yani, Jawa Timur, Kamis 12 Juli 2018.

Rumah sakit swasta tertua di Surabaya ini akan dijadikan sebagai rumah sakit Pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Selain itu juga menjadi pusat layanan hemodialisa (cuci darah), serta layanan kesehatan dan kecantikan kaum hawa (women health and beauty).

Menurut JK, rumah sakit merupakan gawang terakhir yang wajib dipenuhi dengan fasilitas dan teknologi kesehatan yang memadai. Mulai dari skill tenaga kesehatan, penggunaan teknologi terbaik hingga hospitality.

Namun demikian, perbaikan fasilitas rumah sakit harus dibarengi dengan kesehatan lingkungan serta perilaku masyarakat. Pasalnya, selama lingkungan tercemar maka selama itu pula rumah sakit tetap ramai.

"Pemerintah juga jalankan gerakan hidup sehat, berapa pun banyaknya rumah sakit, kita harus tangani penyebab timbulnya penyakit. Kampanye kebersihan lingkungan harus dilakukan," imbuh dia.

Untuk itu, JK mengimbau pemerintah daerah turut mengkampanyekan kebersihan lingkungan, agar masyarakat terbiasa dengan budaya hidup sehat. Dengan begitu, angka pengunjung rumah sakit dapat ditekan beserta dana BPJS Kesehatan.

"Makanya usaha terus, berapa pun dana yang dikumpulkan untuk berobat enggak akan cukup jika lingkungan masih tercemar," tegas dia.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Mohammad Nuh DEA mengatakan akan terus mengembangkan sinergi dengan rumah sakit Islam lainnya, lewat empat aspek. Yakni sumber daya insani, kultur, tata kelola energi dan infrastruktur termasum medical equipment.

"Pembangunan ini juga untuk mendukung Kota Surabaya sebagai kota jasa layanan, terkait dengan layanan kesehatan,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Islam Surabaya Samsul Arifin memaparkan RSI Surabaya ingin merubah image masyarakat yang menganggap RSI Surabaya masih dikelola secara konvensional. Kini, RSI Surabaya telah bertransformasi menjadi RS Islam yang modern, dengan peralatan dan sarana prasarana yang sesuai akreditasi.

"Sehingga bisa menjadi kebanggaan warga NU terhadap fasilitas kesehatan dan sebagai tolak ukur untuk menyambut 100 tahun NU pada tahun 2026," pungkasnya

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menristek Dikti Mohammad Nasir, serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG JUSUF KALLA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018