Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Gerindra Tuding Nuruzzaman Tebar Hoaks

Whisnu Mardiansyah - 13 Juni 2018 10:33 wib
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Antara/Reno Esnir).
Eks Wasekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman. (Foto: Antara/Reno Esnir).

Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade membantah semua tudingan Muhammad Nuruzzaman. Andre menyebut semua yang dituangkan dalam surat pengunduran diri Nuruzzaman soal partai hoaks. 

"Isi pernyataan Nurzaman banyak yang hoaks, kalau mundur-mundur saja jangan menebar fitnah," kata Andre saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 13 Juni 2018. 

Partai Gerindra tak mempermasalahkan keluarnya Nuruzzaman. Karena itu hak setiap kader untuk bergabung dan keluar dari Partai Gerindra. 

Namun, sikap Nuruzzaman yang menuding membabi buta harus segera diluruskan. Apalagi tudingan Partai Gerindra memainkan isu SARA saat Pilkada DKI 2017 lalu. 

"Saya tidak sepakat pernyataan beliau bahwa Partai Gerindra katanya menekankan isu SARA itu enggak benar. Karena Partai Gerindra nasionalis. Kita kedepankan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan," jelas Andre.  

(Baca juga: Kesal Sikap Fadli Zon, Wasekjen Nuruzzaman Mundur dari Gerindra)

Sebelumnya, Muhammad Nuruzzaman mengundurkan diri dari jabatan Wakil Sekjen (Wasekjen) DPP Partai Gerindra. Dia tak kuasa membendung amarahnya. 

Ia menilai manuver Gerindra saat ini terlalu patriotik dan lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politik praktis. Nilai Indonesia Raya, kata dia, telah hilang di setiap kader partai.

"Makin parah lagi, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana saya merasa sangat berat untuk melangkah berjuang karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitenya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat," ungkap dia. 

Zaman mengaku sudah berniat untuk mundur dari Gerindra pada Desember 2017. Ia menganggap isu SARA sudah melampaui batas, ditambah kontribusi elite Gerindra yang haus kekuasaan tanpa peduli pada rakyat.




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARTAI GERINDRA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 18-06-2018