Pembahasan Lima Isu Krusial Ditunda Usai Lebaran

Renatha Swasty - 19 Juni 2017 17:14 wib
Ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu Lukman Edy/MI.Mohamad Irfan
Ketua Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu Lukman Edy/MI.Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu kembali menunda pembahasan lima isu krusial. Pembahasan akan dilanjutkan usai Lebaran 2017.

"Pansus bersepakat menempuh jalan musyawarah mufakat. Rapat pengambilan keputusan tingkat 1 tanggal 10 Juli, tanggal 6-7-8 Juli timus (tim perumus), timsin (tim sinkronisasi) berkumpul lagi untuk merapikan," kata Ketua Pansus Lukman Edy dalam rapat Pansus RUU Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 19 Juni 2017.

Sebelum keputusan dibuat, fraksi dan pemerintah lebih dulu melanjutkan lobi pada lima isu krusial. Sayangnya, lagi-lagi tidak mencapai kesepakatan. Namun, pansus dipastikan bermusyawarah hingga titik penghabisan. Pansus bertekad tidak akan mengambil keputusan melalui voting di paripurna.

Politikus PKB itu mengatakan, pada penutupan masa sidang, yakni 20 Juli 2017, pansus sudah mempunyai hasil terkait lima isu krusial. "Pansus sudah menyampaikan ke rapat Bamus, Bamus menjadwalkan rapat paripurna 20 Juli," ujar Lukman.

Lima isu krusial yang dibahas ialah batas pencalonan presiden, ambang batas parlemen, alokasi kursi ke dapil, sistem pemilu, dan metode konversi suara ke kursi. Hingga saat ini, isu yang masih belum memiliki titik temu ialah ambang batas presiden atau presidential threshold. Ambang batas masih terbagi pada 0 persen, 10-15 persen, dan 20-25 persen.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REVISI UU PEMILU
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-08-2017