Fadli Zon Bicara Darurat Narkoba di Depan Siswa SMA

Gervin Nathaniel Purba - 14 September 2017 13:24 wib
Fadli Zon saat membuka sidang Parlemen Remaja. Foto: MTVN/Gervin N. Purba
Fadli Zon saat membuka sidang Parlemen Remaja. Foto: MTVN/Gervin N. Purba

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebut pengguna narkoba di Indonesia lebih dari 6 juta jiwa. Sebagian besar pengguna narkoba berusia muda. Karena itu, Indonesia disebut sudah darurat narkoba.

"Ini sungguh memprihatinkan karena membahayakan secara ekonomi, politik, sosial, dan unit yang diserang anggota keluarga," kata Fadli saat membuka program Parlemen Remaja di di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis 14 September 2017.

Parlemen Remaja adalah program DPR untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Parlemen Remaja tahun ini mengangkat tema Peran Parlemen Dalam Menyelamatkan Generasi Muda dari Ancaman Narkoba.


Peserta Parlemen Remaja. Foto: MTVN/Gervin N. Purba

Fadli melanjutkan, hampir di semua negara mempunyai undang-undang yang mengatur tentang pemberantasan narkoba dan aturan rehabilitasi penggunanya. Di Indonesia ada Badan Narkotika Nasional, lembaga yang fokus mengurus masalah narkoba.

"BNN dibentuk karena narkoba masalah serius. BNN punya tugas spesifik menangani, pencegahan, dan penindakan rehabilitasi narkoba," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga menjelaskan mengenai tugas dan fungsi DPR dalam hal pengawasan, pembuatan undang-undang, dan penganggaran. Ia berharap, para peserta Parlemen Remaja bisa memahami tugas-tugas pokok DPR.

Fadli menyambut baik penyelenggaraan Parlemen Remaja 2017 yang diikuti 136 orang terpilih dari 34 provinsi. Ia berharap para peserta yang mayoritas merupakan siswa-siswi SMA menjadi andalan di daerahnya masing-masing dalam memberantas narkoba.

"Mereka telah mengikuti orientasi ke berbagai tempat, termasuk tempat rehablitasi di Sukabumi dan sebagainya. Jadi, selain membangun network di antara mereka, juga tentu membangun pemahaman tentang bahaya narkoba sendiri," terang Fadli.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017