DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Romy Ogah Bikin Malu Partainya

Yogi Bayu Aji - 14 April 2018 03:32 wib
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama - Medcom.id/Yogi Bayu Aji.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama - Medcom.id/Yogi Bayu Aji.

Semarang: Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menekankan pihaknya tak akan memaksa Presiden Joko Widodo untuk memilih kadernya menjadi calon wakil presiden (cawapres). Romy, sapaan Romahurmuziy, ingin Jokowi bebas memilih pendampingnya di periode 2019-2024.

"Kita bukan malu tapi tidak ingin malu-maluin. Jadi, kita menginginkan Presiden memiliki kelelulasan meskipun partai pengusungnya banyak," kata Romy di musyawarah nasional alim ulama, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 13 April 2018..

Menurut dia, PPP juga tidak akan sakit hati jika kemudian Jokowi tak memilih kadernya sebagai cawapres. Dia menekankan, saat mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi di pilpres pada Juli 2017, PPP tak mematok syarat apa pun.

Romy menyebut Jokowi akan kesulitan bila partai yang telah mendukungnya menyodorkan kadernya masing-masing sebagai cawapres. PPP, kata dia, tidak ingin menjadi bagian dari kerumitan itu.

"Itulah maka kita tak menambah kepusingan Pak Jokowi kita hanya ingin memberikan kenyamanan dan pilihan seluas-luasnya agar Pak Jokowi memiliki pilihan yang jernih berdasarkan kebutuhan yang beliau pikirkan," jelas dia. 

Namun, dia mengakui banyak kader di wilayah yang menuntut partai segera bersikap soal cawapres. Kader pun terang-terangan mendukung Romy menjadi cawapres. Namun, usulan itu masih harus dikaji mendalam.

"Tentu saya tidak bisa menjawab sendirian, maka saya sampaikan kepada Majelis Syariat ini harus dibahas bersama karena kami DPP (Dewan Pimpinan Pusat) membutuhkan pedoman," pungkas dia.


(JMS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018