PBB Diminta Sikapi Pengakuan Trump

Ilham wibowo - 07 Desember 2017 11:34 wib
Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid - ANT/Yudhi Mahatma
Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid - ANT/Yudhi Mahatma

Jakarta: Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid meminta Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera bersikap terkati pengakuan Donald Trump. Presiden Amerika Serikat itu mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.  

"Karena bertentangan dengan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, dan usaha perdamaian regional," kata Meutya melalui keterangan tertulis, Kamis, 7 Desember 2017. 

Tindakan Trump, kata dia, bertentangan dengan Resolusi PBB 478 tahun 1980 yang menyerukan seluruh negara menarik perwakilan diplomatiknya di Yerusalem. Untuk itu, PBB harus segera bersikap tegas. 

"Termasuk memberikan ancaman sanksi," ucap Meutya.

Kebijakan Trump juga dinilai akan membuat usaha negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina terancam. Dukungan internasional terhadap Palestina pun, lanjut Meutya, berpotensi menimbulkan eskalasi konflik dari kebijakan itu. 

"Mendesak Kementerian Luar Negeri RI untuk melakukan protes keras atas upaya yang dilakukan Donald Trump terkait pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem, serta mendorong AS agar tetap menghargai status quo seperti pada saat ini," ujar dia. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu, 6 Desember 2017, pukul 13.00 waktu setempat.

Trump mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan prosesnya segera dimulai. 

"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.

Keputusan Trump berbanding terbalik dengan kebijakan luar negeri AS yang menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.

Terkait keputusan Trump ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengapresiasi penuh dan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.
 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ISRAEL PALESTINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017