Fadli Zon Ingatkan Pemerintah, Jangan Seperti Brasil

Anggi Tondi Martaon - 11 Agustus 2017 18:26 wib
Fadli Zon. Antara Foto
Fadli Zon. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengingatkan pemerintah untuk hati-hati, jangan sampai bernasib seperti Brasil.

Menurut Fadli, Brasil juga pernah fokus mengembangkan infrastruktur. Namun, proyek infrastruktur di negara itu tidak berdampak pada perekonomian.

"Jorjoran membangun infrastruktur seperti yang dialami Brasil, kemudian tidak mempunyai efek kepada ekonomi kita, menurut saya akan berbahaya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Politikus Partai Gerindra itu mengungkapkan, akan  berbahaya jika pembangunan, apalagi dibiayai utang luar negeri, tidak sesuai harapan. Kemungkinan terburuk adalah perekonomian negara jeblok seperti dialami Brasil.

"Lihat Brasil, sampai minus 3%," ujar Fadli.

Saat ini posisi utang pemerintah melonjak Rp34,19 triliun dari Rp3.672,33 triliun pada Mei menjadi Rp3.706,52 triliun di Juni. Menurut pemerintah, tambahan utang itu dipakai untuk membiayai infrastruktur. Pajak yang diharapkan bisa menopang pembangunan infrastruktur belum memadai.

Fadli mengingatkan pemerintah bahwa terus berhutang tidak sesuai dengan semboyan Trisaksi dan Nawacita.
"Itu tidak sejalan dengan keinginan kita untuk berdaulat di negeri sendiri," kata Fadli.

Dia mengakui, mekanisme utang umum dilakukan banyak negara pada era globalisasi. Namun tetap harus dikontrol agar tidak membebani keuangan negara.

"Menumpuk utang dengan cepat sangat berisiko, apalagi kita menghabiskan dana untuk bunga maupun pokoknya," ungkap dia.

Menurut Fadli, pemerintah bisa membangun infrastruktur tanpa utang. Caranya, bisa dengan memanfaatkan keuntungan yang didapat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Sehingga BUMN betul-betul berkontribusi kepada APBN, bukan malah menggerogoti melalui PMN. Padahal dulu BUMN itu dimaksudkan untuk kemakmuran rakyat," ujar Fadli.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017