Kaji Pancasila sebagai Ilmu Pengetahuan

- 11 Agustus 2017 06:28 wib
Ketua MPR Zulkifli Hasan/MI/Panca Syurkani
Ketua MPR Zulkifli Hasan/MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyarankan Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia harus dikembangkan sebagai ilmu pengetahuan yang memiliki tantangan untuk dimasukkan ke kurikulum sekolah sehingga menarik perhatian siswa. Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) dianggap harus melakukan penyegaran Pancasila pada tataran implementasi melalui program lebih konkret.

"UKP PIP berada di wilayah eksekutif karena berada di bawah Presiden sehingga dapat membuat program yang lebih konkret, misalnya membuat kajian materi Pancasila untuk dipelajari di sekolah," kata Zulkifli Hasan seperti dilansir Media Indonesia, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurut Zulkifli, bila UKP PIP menyelenggarakan seremonial akan sama saja dengan sosialisasi empat pilar MPR. Posisinya UKP PIP dengan posisi langsung di bawah Presiden dapat fokus menyiapkan materi Pancasila yang lebih baik untuk diterapkan.

"UKP menyiapkan Pancasila sebagai ilmu yang berkembang, itu tugas yang perlu duduk lama dan berat kemudian memberikan penataran," ujarnya.

Ketua UKP-PIP Yudi Latief menjelaskan UKP akan memperbaiki sistem pembelajaran Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi serta memasukkan konten Pancasila ke dalam sistem karier di dalam birokrasi atau dikenal dengan penataran. Menurut dia, apa yang dilakukan UKP lebih terstruktur dan terencana sehingga Pancasila benar-benar menjadi karakter bagi masyarakat dan penyelenggara negara.

Penyegaran Pancasila

UKP PIP akan melakukan uji coba Penyegaran Pancasila kepada para mahasiswa dan dosen yang terpilih dari seluruh Indonesia. Kegiatan Penyegaran Pancasila, katanya akan diselenggarakan di Istana Bogor, pada Jumat dan Sabtu mendatang yang diikuti 560 peserta.

"Melalui Penyegaran Pancasila ini, UKP PIP akan menyasar kepada penyelenggara negara, pejabat publik, pendidik, mahasiswa, maupun pengusaha," katanya.

Materi penyegaran Pancasila, kata dia, tidak hanya berupa materi tatap muka dalam kelas, tapi dilakukan dengan cara variatif misalnya menonton film yang berisi nilai-nilai Pancasila, permainan dalam kelas, maupun di alam terbuka, serta simulasi.

Melalui pemberian materi yang bervariasi ini, Yudi berharap, peserta Penyegaran Pancasila dapat menye-rap materi lebih dalam dan melekat kuat di memori peserta.

Yudi juga menjelaskan, UKP PIP perlu melakukan koordinasi dengan MPR RI, yang selama ini telah berpengalaman melakukan sosialisasi empat pilar bernegara.

"Ini agar tidak 'over lapping' karena anggaran negara terbatas, oleh karena itu apa yang sudah dijalankan MPR jalan terus, kami mengambil porsi yang belum dijalankan MPR," tuturnya.

Sehari sebelumnya, Yudi juga menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi yang diterima Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Kehadiran yudi untuk membahas pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dalam antikorupsi.

"Prinsipnya kami ingin mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam nilai antikorupsi. Tidak jujur bertentangan dengan Sila Pertama, korupsi mengabaikan nilai kemanusiaan dan lain-lain," kata Alexander Marwata usai menerima kunjungan Yudi.

Menurut Alexander, KPK bersama UKP-PIP mulai memetakan jaringan untuk melakukan sosialisasi dalam berbagai kesempatan menanamkan nilai Pancasila.

"Kerja sama ya seperti itu. sosialisasi nilai Pancasila sekaligus sosialisasi antikorupsi," kata Alexander.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PANCASILA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-08-2017