Nusron tak Setuju Yorrys Dicopot

Arga sumantri - 12 Oktober 2017 08:40 wib
Politikus Golkar Nusron Wahid--Metrotvnews.com/ M Rodhi Aulia
Politikus Golkar Nusron Wahid--Metrotvnews.com/ M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: DPP Golkar mencopot Yorrys Raweai sebagai Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan partai. Jabatan Yorrys diisi oleh Letjen Purnawirawan Eko Wiratmoko.

Politikus Golkar Nusron Wahid tidak setuju dengan keputusan itu. Nusron mengaku telah menyampaikan kritikannya atas pencopotan Yorrys dalam pleno DPP Golkar. "Situasi sekarang ini kita enggak boleh memecat orang. Tambah orang boleh, karena kita butuh pendukung," kata Nusron di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu 11 Oktober 2017.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah I itu menilai keputusan mencopot Yorrys, atau pengurus lainnya, dapat berakibat buruk. Ia khawatir kebijakan itu justru menggerus suara partai. "Sejelek-jeleknya orang, itu punya pendukung. Mau, seribu, dua ribu, tiga ribu, sementara kita butuh pengikut," ungkapnya.

Baca: Nusron Usul Golkar Menarik Diri dari Pansus Angket KPK

Menurut Nusron, yang harus dipecat adalah kader atau pengurus yang sudah terbukti melakukan tindakan korupsi. Idealnya, kata dia, revitalisasi kepengurusan dilakukan dengan semangat menambah kekuatan demi pemenangan pemilu.

"Ini kalau dipecat kan kecewa, keluarganya kecewa, temannya kecewa, koleganya kecewa, nanti enggak jadi milih lagi. Tapi sudah diputuskan seperti itu. Kita lihat nanti seperti apa," ucapnya.

Baca: Golkar Dinilai tak Lagi Menjual Harapan untuk Rakyat

Golkar resmi melakukan revitalisasi kepengurusan dan disahkan dalam rapat pleno DPP. Selain Anang, Golkar juga mengangkat Letjen (Purn) Eko Wiratmo sebagai Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Eko resmi menggantikan Yorrys Raweyai.

Baca: Eko Wiratmoko tak Tahu Ditunjuk Menggantikan Yorrys

Sebelum revitalisasi, Golkar memiliki 279 pengurus. Sekarang, pengurus pusat partai berlambang beringin itu bertambah menjadi 301 orang.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARTAI GOLKAR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017