Jokowi Tunggu Proses di DPR untuk Lantik Marsekal Hadi

Achmad Zulfikar Fazli - 07 Desember 2017 14:23 wib
Presiden Joko Widodo--Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo--Antara/Puspa Perwitasari

Bogor: Presiden Joko Widodo belum dapat memastikan waktu pelaksanaan pelantikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru. Sebab, Jokowi menunggu proses uji kelayakan dan kepatutan selesai.

"Kita menunggu selesai proses semuanya di DPR," ujar Jokowi di Istana Bogor Jawa Barat, Kamis, 7 Desember 2017.

Jokowi menjelaskan, bila DPR sudah selesai melakukan uji kelayakan dan kepatutan kepada Hadi, masih ada tahapan lain yang harus diikuti oleh pemerintah. Yakni, DPR harus menyerahkan surat resmi yang menyatakan Hadi telah disetujui sebagai Panglima TNI.  "Selesai di sana pun harus ada surat resminya yang kita terima begitu," ujar dia.

Baca: Marsekal Hadi Tjahjanto Disebut Sosok Visioner

Komisi I DPR telah menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo. Keputusan itu diambil setelah dilakukan uji kelayakan dan kepatutan selama hampir enam jam.

Komisi I DPR menilai Hadi memiliki rekam jejak mumpuni dan memenuhi syarat serta memiliki kecakapan.



Saat pemaparan visi dan misi di Komisi I DPR, Hadi mengatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan di wilayah laut. Termasuk pada laut-laut bebas yang berbatasan dengan wilayah yang menjadi yurisdiksi.

Hadi mengatakan maraknya perampokan di kawasan perbatasan Indonesia, Malaysia dan Filipina saat ini menjadi tanggung jawab Indonesia, khususnya TNI.

Selain itu, lanjut dia, terdapat bentuk kejahatan lain yang sangat merugikan Indonesia, yaitu illegal fishing dan berbagai penyelundupan barang, manusia, senjata hingga obat-obat terlarang.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PANGLIMA TNI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 13-12-2017