Media Sosial Bisa Warnai Peristiwa dalam Masyarakat

Pelangi Karismakristi - 11 Agustus 2017 16:43 wib
Sekretaris Jenderal MPR Ma`ruf Cahyono. Foto: dok MPR
Sekretaris Jenderal MPR Ma`ruf Cahyono. Foto: dok MPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono menyoroti fenomena media sosial yang sangat bebas belakangan ini. Menurutnya, media sosial bisa mewarnai, bahkan mempengaruhi setiap peristiwa di tengah masyarakat.

Ma'ruf menjelaskan bahwa media sosial kini telah menjadi instrumen baik publik maupun negara untuk  'engineering' tujuan negara. Maksudnya adalah tujuan negara yang bersifat ideologis, regulatif, dan seharusnya media sosial bisa menjadi jembatan masyarakat menciptakan suasana sesuai ideologi bangsa dan konstitusi.

"Media sosial harus produktif bukan kontra produktif. Hal tersebut akan membantu upaya negara dalam menciptakan suatu kondisi yang orientasinya kepada kesejahteraan masyarakat," kata Ma'ruf saat berbincang dengan Kombes Yoyok Subagio dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisan (PTIK) di ruang kerjanya, gedung Nusantara III, Kompleks gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Dirinya juga melihat bahwa media sosial bisa memberikan dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang luar biasa. Hal tersebut bisa mengganggu aktivitas secara nasional, bila pemberitaan simpang siur dan membentuk pola pikir.

"Kalangan generasi muda adalah satu elemen bangsa yang sangat rentan terpengaruh dan akan berdampak pada perilaku mereka," imbuh dia.

Media sosial, lanjut Ma’ruf, bisa menjadi kontra produktif manakala tidak dipergunakan dengan baik. Itu sangat disayangkan, di tengah upaya pembangunan negara dan dalam arti luas juga pembangunan karakter bangsa.

"Sehingga sudah saatnya ada instrumen untuk menjembatani dari negara kepada masyarakat yang harus dipayungi dengan kebijakan tepat sesuai kondisi masyarakat dan kondisi negara terus menerus. Ini cara merawat konstitusi. Kalau di MPR, kami sebut Empat Pilar,"katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Cahyono juga membahas seputar UU ITE.  UU ITE merupakan upaya positif dari pemerintah, meskipun dalam perjalanannya beberapa elemen masyarakat masih melihat beberapa kendala atau kekurangan.  

"Dalam perjalanannya, bila ada yang kurang bisa diperbaiki. Sejauh ini baik-baik saja, contohnya untuk menjaring pelaku radikalisme sejauh ini terlihat efektif. Jika ada sistem, aturan dan lain-lain yang dirasa belum sempurna dan terkait kebutuhan masyarakat, harus berubah dan disesuaikan," pungkas Ma'ruf.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA MPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-10-2017