DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.710.947.522 (17 AGUSTUS 2018)

Fadli Zon Nilai Presiden tak Perlu Keluarkan Perppu Terorisme

Whisnu Mardiansyah - 15 Mei 2018 05:25 wib
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Medcom.id/ Gervin N
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Medcom.id/ Gervin N

Jakarta: Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo tak perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Terorisme. Pasalnya, RUU ini selangkah lagi rampung. 

"Perppu itu menurut saya tidak diperlukan. Karena dalam pembahasan RUU ini, ini sudah mau final, bahkan pada masa sidang lalu pun sebetulnya bisa disahkan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 14 Mei 2018.

Politisi Partai Gerindra itu tak ingin ada anggapan serangkaian aksi teror karena mangkraknya pembahasan RUU Terorisme. Ia menuding justru pemerintah yang tak mampu dalam menjaga keamanan.

"Perppu itu kan harus ada keadaan yang memaksa, yang genting, saya tanya sekarang apakah di Mako Brimob itu karena Undang-Undang? Jangan mengalihkan isu. Ini karena ketidakmampuan aparatur menangani keadaan keamanan," tutur dia.

Padahal, payung hukum pemberantasan kasus terorisme sudah termaktub di UU nomor 15 tahun 2003 yang sedang dibahas perubahannya. Adapun revisi nanti hanya mengatur soal kewenangan dan aspek pencegahan. 

"Jadi payung hukum sudah jelas. Cuma kan mereka ingin suatu kewenangan yang lebih, termasuk melakukan preventif action. Orang bisa dicomot tanpa melalui proses penga‎dilan, itu ada pro dan kontra," katanya.

Presiden Joko Widodo memerintahkan perwakilan pemerintah dan DPR segera merampungkan revisi Undang-Undang (UU) tentang Terorisme. UU itu menjadi payung hukum aparat dalam menindak terduga terorisme meski yang bersangkutan belum melakukan aksi.

Ia berharap DPR bersama perwakilan pemerintah merampungkan pembahasan pada masa sidang yang dimulai pertengahan bulan ini.


(SCI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REVISI UU TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-08-2018