Kalla Sindir Amerika di Bali Democracy Forum

Dheri Agriesta - 07 Desember 2017 17:03 wib
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta

Tangerang: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyindir Amerika Serikat saat membuka Bali Democracy Forum. Ia mengatakan banyak bangsa besar menggunakan demokrasi untuk menginvasi negara lain.

Demokrasi yang seharusnya menjadi alat mencapai tujuan justru dianggap sebagai tujuan yang harus dicapai sebuah negara. Pengondisian demokrasi merupakan 'agama' yang harus dianut negara berdampak membahayakan bagi negara yang diinvasi.

Kalla mencontohkan konflik yang terjadi di Irak dan Suriah. "Karena dipaksakan untuk demokrasi, diserang oleh Amerika Serikat, kemudian kehidupan negeri itu jauh lebih buruk dibanding sebelumnya," kata Kalla di ICE, Serpong, Tangerang, Kamis, 7 Desember 2017.

Demokrasi, terang bekas Ketua Umum Partai Golkar itu, tak bisa begitu saja diterapkan di sebuah negara. Konsep itu harus disesuaikan dengan tradisi, budaya, dan gaya hidup bangsa.

"Prinsip pokok demokrasi adalah rakyat yang menentukan. Pembangunan dari rakyat. Itu yang paling penting untuk dilaksanakan," ujar dia.

Kalla meminta semua pihak tak menganggap demokrasi sebagai tujuan yang harus diterapkan tanpa pertimbangan. Penerapan demokrasi di Asia Tenggara pun berbeda untuk masing-masing negara.

Ia membeberkan penerapan demokrasi di Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia berbeda. Namun, tujuan berdemokrasinya sama.

"Suatu demokrasi harus menghasilkan kemakmuran dari bangsa-bangsa yang ada," tegas Menko Kesra era Presiden Megawati Soekarnoputri itu.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PALESTINA ISRAEL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017