Baru Masuk Kerja, Agus Hermanto tak Tahu soal Surat DPR ke KPK

Gervin Nathaniel Purba - 13 September 2017 13:49 wib
Pimpinan DPR. Antara Foto
Pimpinan DPR. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Agus Hermanto berharap Ketua DPR Setya Novanto kuat menghadapi dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi KTP elektronik (KTP el). Soal surat permintaan pimpinan DPR agar KPK menunda proses penyidikan terhadap Novanto, Agus mengaku tidak mengetahui.

Saat ini, Novanto dirawat di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, karena gula darahnya naik. Agus berdoa untuk kesembuhan Novanto sehingga politikus Golkar itu bisa beraktivitas seperti biasa, termasuk menghadapi masalah hukum di KPK.

"Tentunya sesama teman sejawat, sesama pimpinan DPR apalagi Ketua DPR, kami tentunya berdoa agar beliau menghadapi dengan keberhasilan dan penuh ketakwaan, tentunya selalu diberikan kesehatan," kata Agus di gedung DPR, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Klik: KPK Beberkan Peran Setya Novanto dalam Kasus KTP-el

Agus belum ada rencana menjenguk Novanto karena masih pekerjaan, termasuk memimpin sidang paripurna. Novanto diindikasikan menderita vertigo. Novanto disebut tiba-tiba terjatuh saat bermain ping pong.

Karena sakit, Novanto batal memenuhi panggilan penyidik KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP el. Pimpinan DPR mengirim surat permohonan ke KPK agar menunda proses hukum terhadap Novanto. Soal ini, Agus mengaku tak mengetahui.

"Suratnya itu belum pernah lihat dan saya belum tahu," ujar Agus.

Klik: Rekam Jejak Pengadil Praperadilan Setya Novanto

Ia mengaku baru kembali masuk kerja dan hari ini akan bertemu pimpinan DPR lainnya. Tetapi, kata Agus, kalau pun ada surat dari pimpinan DPR ke KPK, dirinya tidak harus tahu.

"Bisa saja sudah dibicarakan beberapa hari lalu pas saya tidak ada karena tanpa kehadiran satu pimpinan kan tetap kuorum. Kami kolektif kolegial jadi tidak harus seluruh pimpinan," katanya.

 


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017