Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Kriteria Cawapres Jokowi Versi Romy

Kautsar Widya Prabowo - 15 April 2018 01:15 wib
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (kanan) bersama Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar (kiri)
Ketua Umum PPP Romahurmuziy (kanan) bersama Pemimpin Redaksi Medcom.id Abdul Kohar (kiri)

Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) membeberkan sejumlah kriteria calon wakil presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Salah satunya, cawapres Jokowi harus mewakili kubu nasionalis dan agamais. 

"Figur yang dapat mewakili narasi dari nasionalisme dan agama, karena negara ini dibangun di atas dua hal tersebut," kata Romy dalam program News Maker Medcom.id, Sabtu, 14 April 2018.

Selanjutnya, kata Romy, pendamping Jokowi harus bisa menggaet generasi milineal. Pasalnya, 39 persen pemilih 2019 merupakan generasi muda di bawah usia 40 tahun. Selain itu, cawapres Jokowi juga harus menutupi pemberitaan negatif Jokowi selama ini.

"Pak Jokowi hingga akhir ini dilabeli anti islam, pro-komunis dan pro-China. Kalangan agama bisa menutup dan mengurangi hal tersebut," tambah Romy.

Baca: Jokowi Rutin Diskusikan Cawapres dengan Romy

Kemudian, sosok cawapres Jokowi harus pula memiliki pengalaman menghadapi era baru ekonomi dan tranformasi digital, baik dari ekeskutif maupun legislatif. Pendamping Jokowi juga harus bisa punya sumbangan elektoral yang signifikan. 

Namun, kata Romy, poin sumbangan elektoral ini tidak terlalu wajib. Sebab, ia menilai koalisi Jokowi dari lima partai politik yang ada saat ini, bisa membantu.

"Ini tidak wajib, menurut survey, Pak Jokowi selalu bisa dipasangkan dengan siapa saja. Karena dengan elektabilitas diatas 65 persen," ujarnya

Semua pilihan, kata Romy, ada di tangan Jokowi. Sederet kriteria yang dibeberkan tidak ada artinya jika Jokowi merasa tak cocok. Bagaimana pun, sosok cawapres yang terpilih nantinya harus memiliki kenyamanan di segala hal dengan Jokowi.




(AGA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PPP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 17-07-2018