DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

PKS Tak Pernah Bahas Draf Aliansi

Whisnu Mardiansyah - 09 November 2018 16:39 wib
Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin. Foto: Medcom.id/Nur Azizah..
Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin. Foto: Medcom.id/Nur Azizah..

Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mengetahui adanya usulan draf aliansi yang diajukan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra kepada Prabowo Subianto. PKS tak pernah membahas draf aliansi dengan pasangan Prabowo-Sandi.
 
"Kami tidak tahu soal draf aliansi yang dimaksud Pak Yusril," kata Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynuddin kepada Medcom.id, Jumat 9 November 2018.
 
Menurut Suhud, selama proses komunikasi pembahasan capres/cawapres tak menyinggung draf aliansi dari Yusril. Para pengusung sepakat mendukung Prabowo-Sandi tanpa ada kesepakatan seperti yang diusulkan dalam draf tersebut.
 
"Setahu saya selama proses komunikasi belum pernah disebut soal draf aliansi itu," kata Suhud.
 
Sebelumnya, Yusril  menyebut Prabowo mengabaikan draf aliansi yang pernah diusulkannya. Draf aliansi itu berisi kesepakatan partai-partai pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiag Uno.

Baca: Ferdinand Tak Tahu Prabowo Disodorkan Draf Aliansi

Menurut Yusril, perlu ada format kesepakatan koalisi karena pemilu presiden dan legislatif digelar serentak. Tujuannya, agar pemilu dan kerja sama koalisi tidak menguntungkan salah satu partai saja.
 
Yusril beranggapan, jika partai koalisi hanya diajak mendukung Prabowo-Sandi tanpa format yang jelas, maka yang diuntungkan hanya Partai Gerindra. Sebab, di waktu yang sama para caleg akan saling bertempur untuk memperoleh kemenangan.
 
"Nanti Prabowo-Sandi menang pilpres, tetapi dalam pileg yang sangat diuntungkan hanya Gerindra. Sementara partai anggota koalisi yang lain babak belur," jelas Yusril.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 18-11-2018