Pemilu Bukan Cuma Soal Kontestasi

- 14 November 2017 15:27 wib
Ilustrasi simulasi nasional jelang pemilu serentak 2019. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)
Ilustrasi simulasi nasional jelang pemilu serentak 2019. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

Jakarta: Pengamat Politik Gun Gun Heryanto menyebut proses kandidasi sering kali terlambat dilakukan oleh partai politik. Akibatnya, tak sedikit parpol yang 'mencomot' nama lain di luar kader sebagai calon yang hendak diusung dalam pemilu.

Padahal, kata Gun Gun, proses pemilu bukan semata-mata soal mengusung calon tetapi juga memberikan pendidikan politik kepada kader. Ada suatu prakondisi yang harus dilalui oleh partai politik ketika ingin mengusung calon dari kalangan sendiri.

"Prakondisi ini dimulai dari rekrutmen kemudian pembinaan loyalis internal partai. Setelah pembinaan baru distribusi dan alokasi orang ke sejumlah jabatan publik," kata Gun Gun, dalam Metro Siang, Selasa 14 November 2017.

Gun Gun mengatakan sering kali ada lompatan politik ketika proses pendaftaran calon dalam tahapan pemilu memasuki batas akhir. Ketiadaan kader yang dinilai berintegritas dan mumpuni kadang tergantikan oleh pola lama seperti transaksional, siapa berani membayar akan diusung partai.

Karenanya, menurut Dia, dalam proses pemilu partai sudah pasti membutuhkan stok kader yang tidak hanya asal orang tapi yang memiliki basis. Basis yang bukan semata sporadis tetapi juga sistemik yang dalam nalar akademik disebut sebagai penstrukturan.

"Artinya, bagaimana mesin partai diproduksi, direproduksi dan didistribusikan melalui sistem yang ajek. Sekalipun tidak alergi bila ada tokoh bagus dari luar dan memang menjadi harapan masyarakat yang bisa bersinergi," jelasnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017