Pemerintah Diharap Fokus ke Sektor Lingkungan dan Kehutanan

Husen Miftahudin - 13 Oktober 2017 05:00 wib
Hamparan lahan setelah terbakar tampak dari kamera drone tim Ditjen Gakum Kementerian Lingkungan Hidup. (Metrotvnews.com/dok. Ditjen Gakkum KLHK)
Hamparan lahan setelah terbakar tampak dari kamera drone tim Ditjen Gakum Kementerian Lingkungan Hidup. (Metrotvnews.com/dok. Ditjen Gakkum KLHK)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintahan Jokowi-JK sudah memasuki usia tiga tahun. Namun lebih dari separuh masa kerjanya, kinerja Jokowi-JK masih minim di bidang lingkungan dan kehutanan.

Dalam acara Rembuk Daerah Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Universitas Mulawarman, Samarinda, Rektor Universitas Mulawarman Prof. Dr. H. Masjaya meminta di sisa masa kerjanya, Jokowi-JK fokus pada kebijakan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

"Masih banyak hal yang harus diperbaiki. Antara lain pembangunan yang masih memperluas kerusakan sumber daya alam," kata Masjaya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Menurutnya, pembangunan malah justru menurunkan kualitas lingkungan hidup. Bisnis kehutanan pun masih dikelola secara tidak berkelanjutan.

"Keanekaragaman hayati dan ekosistem sebagai penyangga kehidupan manusia masih berada dalam ancaman. Bahkan, upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim masih kurang direspon secara progresif," tegasnya.

Untuk diketahui, acara rembuk ini merupakan salah satu rangkaian Rembuk Daerah yang diselenggarakan di 16 Perguruan Tinggi. Hasil rembuk ini akan dikompilasi dan disampaikan ke Presiden pada acara puncak Rembuk Nasional, 25 Oktober 2017 di Jakarta.

Ketua Rembuk Nasional, Firdaus Ali menjelaskan,  Rembuk Nasional ini diadakan untuk menelaah tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Tujuannya untuk mengkritisi janji politik yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Kemudian memberi masukan pada Presiden sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja dalam pencapaian tujuan. Hal itu untuk membangun optimisme bersama," tutup Firdaus.


 


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LINGKUNGAN HIDUP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017