DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KAHMI tak Pernah Dukung Anies Baswedan di 2019

Whisnu Mardiansyah - 12 Juli 2018 07:01 wib
Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

Jakarta: Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) membantah mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan di Pilpres 2019. Sikap KAHMI di Pilpres 2019 tetap independen.

"MN KAHMI konsisten menjaga komitmen dan tetap independen, tidak berpolitik praktis," kata Koordinator Presidium KAHMI Siti Zuhro dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Juli 2018.

Zuhro menegaskan KAHMI bukan alat parpol yang bisa dimanfaatkan oleh pihak manapun. Pengabdian KAHMI, kata dia jelas hanya untuk NKRI.

"Kegiatan dukungan deklarasi politik dengan menggunakan institusi organisasi kepada orang per orang adalah bukan tradisi KAHMI," ujarnya.

Zuhro mengatakan gerakan politik yang mengatasnamakan KAHMI dengan pembentukan relawan Anies Baswedan adalah sikap politik perorangan bukan sikap resmi organisasi. "Gerakan tersebut kontra produktif oleh karena itu harus dihentikan," tegas dia.

Atas hal itu, Zuhro mengingatkan kepada seluruh aparat organisasi di daerah untuk menjaga disiplin organisasi. Dia mengimbau agar tetap tanggap dan waspada jebakan dan manuver politik yang dapat memecah belah keutuhan organisasi. 

Sebelumnya, beredar selebaran sebuah undangan berisi deklarasi untuk mendukung Anies Rasyid Baswedan maju sebagai calon presiden 2019. Undangan itu mengatasnamakan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Dari acara harian Gubernur DKI Jakarta, terjadwal Kmais 12 Juli acara Halal Bihalal Gubernur DKI Jakarta dengan MN KAHMI bertempat di Balai Agung, kompleks kantor Gubernur DKI Jakarta. Namun, KAHMI membantah acara tersebut sekaligus acara deklarasi dukungan pencapresan Anies Baswedan.


(JMS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018