Presiden: ASEAN Selalu Sukses Meredam Konflik

Achmad Zulfikar Fazli - 11 Agustus 2017 11:54 wib
Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan di peringatan 50 tahun ASEAN, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar
Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan di peringatan 50 tahun ASEAN, di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017. Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) berbeda dengan kawasan lain di dunia. ASEAN dinilai selalu bersama dalam semangat persaudaraan.

"Di usia ke 50 tahun ini ASEAN selalu bersama. Selalu bergandengan tangan dalam semangat persaudaraan. Berjalan bersama untuk menciptakan ekosistem perdamaian, kokoh menjaga stabilitas, serta bergerak terus mewujudkan kesejahteraan bersama," kata Jokowi dalam sambutannya di peringatan 50 tahun ASEAN, Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurut dia, ASEAN juga mampu membuat negara-negara di kawasan Asia Tenggara tetap stabil meski kawasan lain muncul berbagai konflik. Hal itu tak terlepas dari cara yang dilakukan ASEAN dalam menyelesaikan setiap masalah.

"ASEAN menyelesaikan masalah dengan cara-cara dialog dan negosiasi," ujar dia.

Tak hanya itu, Presiden melihat banyak negara dan kawasan mulai pesimistis dengan integrasi ekonomi dunia. Namun, ASEAN terus bergerak maju membangun integrasi ekonomi. Hal ini bukan hanya dilakukan antarnegara ASEAN, tetapi juga dengan negara-negara sahabat lainnya.

"Kita ingin ASEAN terus berkembang menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi dunia," ucap dia.

Berdasarkan data World Economic Forum, ASEAN saat ini merupakan kekuatan ekonomi terbesar ke-6 di dunia. Pada 2020, Presiden menyakini ASEAN akan menjadi kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia. Dan pada 2030 ASEAN akan tumbuh menjadi pasar keempat terbesar di dunia setelah Uni Eropa, Amerika Serikat, dan RRT.

"Inilah hasil nyata dari kebersamaan kita di dalam ASEAN," kata dia.


(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ASEAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 19-08-2017