Parpol Diminta Komitmen Berantas Hoaks

Damar Iradat - 14 April 2018 16:29 wib
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.

Bogor: Partai politik diminta ikut mencegah penyebaran informasi hoaks dan ujaran kebencian. Keberadaan parpol dinilai diperlukan untuk membina masyarakat di masa Pemilu.
 
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifudin m mengatakan, pencegahan informasi hoaks dan ujaran kebencian tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Butuh komitmen berbagai pihak untuk mencegah penyebaran informasi hoaks dan ujaran kebencian.
 
"Saya rasa butuh komitmen dari berbagai pihak, tidak hanya penyelenggara saja, kita butuh komitmen partai dan lainnya," kata Afif di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 14 April 2018.
 
Afif mengatakan, Bawaslu telah mengimbau parpol dan memberikan surat pencegahan ke partai atas apa yang boleh dan tidak boleh dalam kampanye.
 
Menurut Afif, tugas Bawaslu semakin berat jika partai tidak berkomitmen mencegah penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Baca: PBNU Desak Polisi Usut Tuntas Penyebaran Hoaks

Bawaslu, kata dia, telah mendeklarasikan kepada seluruh daerah yang menyelenggarakan pilkada untuk menolak politisasi isu SARA dan politik uang. Pihaknya akan bakal memberi batasan-batasan soal kategori ujaran kebencian.
 
"Ini sedang dibahas dan sudah selesai. Aturan PKPU tentang kampanye sedang dibahas mana yang boleh dan tidak boleh," papar Afif.
 
Selain meminta komitmen partai, Bawaslu akan menyosialisasikan aturan penyebaran informasi hoaks dan ujaran kebencian kepada organisasi masyarakat sipil dan organisasi keagamaan.
 
"Sosialisasi dilakukan 19 dan 21 April 2018, dalam upaya pencegahan kami," katanya.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HOAX
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-04-2018