DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Sam Aliano Hadiahkan Rp5 Miliar bagi Penangkap Otak Teroris

Siti Yona Hukmana - 17 Mei 2018 12:04 wib
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano mengadakan sayembara untuk menangkap otak teroris di Indonesia. Ia akan memberikan uang Rp5 miliar kepada yang bisa menangkap otak teroris tersebut.

"Saya sudah siapkan Rp5 miliar untuk rakyat yang bisa menyerahkan otak teroris itu kepada pihak kepolisian Republik Indonesia (RI)," kata Sam Aliano di Gedung Samco, Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 159, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Ia mengaku serius untuk memerangi teroris. Keseriusan ini terlihat dengan membawa uang tunai sejumlah Rp5 miliar tersebut. 

"Uang ini sudah ada. Saya bawa dua koper di sini, masing-masing koper isinya Rp2,5 miliar. Ini uang untuk rakyat yang bisa menangkap hidup atau mati otak teroris itu," ujar pengusaha yang mendeklarasikan diri sebagai calon presiden ini. 
 
Atas sayembara ini, ia mengaku tidak takut. Ia mengatakan siap hadapi teroris jika menjadi incaran.

"Saya tidak takut dengan teroris atau ISIS. Saya siap, saya tidak pakai topeng. Hadapi saya ini, saya tidak tutupi muka, saya lawan teroris. Teroris, lawan saya saja jangan melawan rakyat sipil yang tidak berdosa dan tidak bersalah," ujar Sam Aliano.

Ia mengatakan otak teroris itu bukan orang Indonesia dan juga tidak memiliki agama. Menurutnya, aksi yang dilakukan teroris tersebut semata untuk membela setan.

"Mereka bukan orang Indonesia, mereka bukan dari agama mana pun, mereka antikemanusiaan, mereka membunuh manusia halal, mereka mengutip ayat-ayat perang sebagai alat mereka melawan manusia di muka bumi ini. Mereka itu membela setan," ucap Sam sambil menetaskan air mata.

Baca: Ormas Diminta Aktif Tangkal Terorisme dari Hulu

Selain itu, menurutnya Islamic State in Irak and Syria (ISIS) bukan Islam. Ia juga menyebut ISIS merupakan buatan Amerika Serikat, Inggris, dan Arab Saudi.

"ISIS itu bukan Islam, ISIS itu adalah Alkaidah, kelompok wahabi. Mereka tidak memiliki sejarah. Mereka baru 75 tahun dan buatan Amerika Serikat, Inggris, dan negara Arab Saudi. Kelompok ini bahaya untuk kemanusiaan dunia," tuturnya.

Sementara itu, ia juga mengatakan turut berduka cita atas peristiwa yang terjadi. "Saya ingin sampaikan, selaku calon presiden RI, mewakili para relawan saya turut berduka cita kepada warga, korban di Mako Brimob, Surabaya, dan Kota Riau," pungkasnya. 


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018