DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Politikus PSI Sebut Gerindra Peragakan divide et impera

Lukman Diah Sari - 12 Oktober 2018 12:54 wib
Juru bicara Bidang Hukum PSI Rian Ernest/Medcom.id/Lukman Diah Sari
Juru bicara Bidang Hukum PSI Rian Ernest/Medcom.id/Lukman Diah Sari

Jakarta: Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest menilai elite politik di Partai Gerindra telah berulang kali menggunakan strategi politik pecah belah. Bukan cuma sekali melalui lagu 'Potong Bebek Angsa PKI'.

"Saya katakan ini politik divide et impera dan teman-teman Gerindra bukan kali ini, sudah berulang kali. Kita sudah muak. Cukup, cukup, cukup, kita laporkan," ucap Rian di Direktorat Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 12 Oktober 2018.

Dia menginginkan agar kubu dari Gerindra mengajukan ide juga gagasan. Bukan cuma bernyanyi, sindir, juga gimik.

"Gimik tempe, gimik partai emak-emak, tapi mana idenya itu yang akan kita perdebatkan," jelas Juru bicara Bidang Hukum PSI ini.

Baca: Politikus PSI Muak dengan Polah Fadli Zon

Dia tak sepakat jika dengan pernyataan Fadli Zon yang mengatakan lagu Potong 'Bebek Angsa PKI adalah sebuah kreativitas dalam demokrasi.

"Apa yang kreatif. Kreatif harus yang positif, kreatif tanpa batas repot. Karena ini keluar dari (tugas) wakil ketua DPR," bebernya.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG FADLI ZON
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 10-12-2018