DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Zulhas dan OSO Menyerukan Toleransi di Cap Go Meh

Fachri Audhia Hafiez - 04 Maret 2018 17:39 wib
Suasana Karnaval Cap Go Meh Glodok 2018. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id
Suasana Karnaval Cap Go Meh Glodok 2018. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id

Jakarta: Seluruh masyarakat diminta untuk bisa menjaga toleransi dalam bermasyarakat. Pasalnya, sikap itu dapat memperkokoh kesatuan dan persatuan negara republik Indonesia. 

"Indonesia bangsa yang toleran, bukan yang intoleran. Kita bangsa yang menghormati satu dengan yang lain," kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan di Karnaval Cap Go Meh Glodok 2018, Jakarta Barat, Minggu, 4 Maret 2018.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuturkan, Indonesia merupakan negara yang beragam etnis dan budaya. Karena itu, ia menilai sikap saling menghormati dan menghargai antarmasyarakat sangat penting.

Baca: 536 Personel Amankan Cap Go Meh Glodok 2018

Pria yang akrab disapa Zulhas itu pun tak ingin bangsa Indonesia terpecah karena adanya adu domba dari satu atau dua oknum tertentu. "Kita harus punya komitmen kuat untuk menjaga NKRI," tegas dia.

Seruan toleransi antarmasyarakat juga disampaikan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. Pria yang akrab disapa OSO itu menegaskan, Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan budaya tidak mengenal perbedaan.

"Saat berdiri bangsa ini apakah ditanya apa agama-mu, dari mana asal usul-mu, apa warna-mu siapa kamu, apa warna kulit mu. Enggak kan, cuma satu yaitu merdeka," kata OSO.

Karnaval Cap Go Meh Glodok 2018 ini tidak hanya dimeriahkan oleh atraksi barongsai, tapi juga ada reog Ponorogo, tari Papua, ondel-ondel dan sisingaan. Ada pula atraksi dari TNI AD, Korps Polisi berkuda, dan marching band dari remaja Masjid Istiqlal, Jakarta.


(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG CAP GO MEH
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 16-12-2018