DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

PKB Belum Tertarik Gabung Koalisi Kerakyatan

Whisnu Mardiansyah - 14 Juni 2018 10:28 wib
Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan.
Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan.

Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum tertarik bergabung dengan koalisi kerakyatan yang dibentuk Partai Demokrat. PKB masih mengupayakan menyandingkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan Presiden Joko Widodo.

"Sejauh ini PKB masih fokus Join (Jokowi-Muhaimin) dan terus membentuk posko Join dan cinta di basis-basis desa," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan kepada Medcom.id, Kamis, 14 Juni 2018.

Menurut Daniel, konsep koalisi kerakyatan yang ditawarkan Partai Demokrat belum jelas. Jadi, partainya perlu berfikir panjang bergabung dengan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Demokrat belum jelas karena banyak alternatif yang ditawarkan," ucap Daniel.

Meski begitu, sikap final politik PKB apakah bergabung dengan poros Joko Widodo atau bergabung dengan poros ketiga dengan koalisi kerakyatan bentukan Partai Demokrat ditentukan dalam Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas).

"Kita tunggu saja nanti seperti apa finalnya. Nanti muspimnas yang memutuskan," pungkasnya.

Baca: Demokrat Intens Jahit Koalisi Kerakyatan

Sebelumnya, Partai Demokrat mendorong terbentuknya koalisi kerakyatan sebagai pesaing koalisi keumatan dan koalisi pendukung Jokowi. Sebagai penggagas, Demokrat hanya meminta kursi 10 persen di parlemen dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

"Partai Demokrat yang menurut potret lembaga survei ada figur kader untuk jadi cawapres. Silakan gabung ke kami, silakan capresnya dari kalian, maka ini akan jalan," jelas Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Partai Demokrat kini tengah intens membangun komunikasi dengan partai politik lain. Termasuk menjalin hubungan dengan kandidat capres lain.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018