DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Di Israel, Gus Yahya Tegaskan Dukung Palestina

- 11 Juni 2018 16:14 wib
Presiden Joko Widodo menyalami Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (kiri) seusai mengikuti prosesi pelantikan sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Foto: Antara/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo menyalami Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (kiri) seusai mengikuti prosesi pelantikan sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Yerusalem: Tokoh Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memutuskan menerima undangan kegiatan diskusi yang diprakarsai America Jewish Commitee (AJC) Global Forum di Israel, Minggu, 10 Juni 2018. Kedatangan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini tak lain untuk menegaskan bahwa ia adalah pendukung kemerdekaan Palestina.

“Saya berdiri di sini untuk Palestina. Saya berdiri di sini atas dasar bahwa kita semua harus menghormati kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka,” kata Gus Yahya, seperti dilansir NU Online, Senin, 11 Juni 2018.

Saat diskusi, Katib Aam Pengurus Besar NU ini menegaskan kedatangannya semata-mata untuk memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.

Mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga menjelaskan perihal peran aktif Indonesia dan NU bagi keberlangsungan kehidupan sebuah bangsa di level global. Hal ini, kata dia, merupakan salah satu usaha untuk meneruskan perjuangan Gus Dur di sejumlah negara untuk mewujudkan perdamaian dunia, termasuk kemerdekaan rakyat Palestina.

Diskusi ini dihadiri sekitar 2.400 orang. Bertindak sebagai moderator adalah Direktur AJC Rabi David Rosen. Ia sempat melontarkan pertanyaan terkait hubungan Islam dan Yahudi kepada Gus Yahya. Rosen merujuk eskalasi konflik antara Palestina dan Israel yang berdampak pada sentimen Islam dan Yahudi di beberapa negara termasuk di Indonesia.

Gus Yahya tidak menampik hubungan Islam dan Yahudi bergerak fluktuatif. Selain sentimen yang ditimbulkan oleh konflik Palestina-Israel, hal itu juga terkait sejarah panjang antara dua negara tersebut.

Putra KH Cholil Bisri Rembang ini juga mengungkapkan konflik tersebut terkait dengan kekurangpahaman akar konflik sesungguhnya. "Sehingga masing-masing agama harus memahami ajarannya dengan baik dan benar," katanya.

Baca: Lantang Suara Menlu RI untuk Kemerdekaan Palestina

Dia memberikan sejumlah hal terkait langkah yang bisa dilakukan umat Islam dan Yahudi untuk mewujudkan kehidupan yang lebih damai.

“Pertama, harus menemukan solusi baru terkait fungsi agama dalam kehidupan nyata. Kedua, harus ada interpretasi lebih untuk membimbing umat agar tercipta harmonisasi antarumat beragama,” tutur Gus Yahya.

Di akhir pernyataannya yang mendapat aplaus meriah, Gus Yahya menyampaikan tentang prinsip 'rahmah' dalam ajaran Islam. Ia mengartikan sebagai kasih sayang dan peduli terhadap sesama. "Dua sifat ini juga menjadi prinsip bagi agama mana pun di dunia," katanya.

Gus Yahya menegaskan solusi perdamaian dunia di Timur Tengah dan di belahan dunia mana pun adalah dengan rahmah atau kasih dan peduli pada sesama manusia.

"Ketika rahmah ini diimplementasikan di dunia, maka keadilan akan tercipta. Ketika keadilan tercipta, maka perdamaian dunia akan terwujud," katanya.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ISRAEL PALESTINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018