Paslon Pilkada Dilarang Iklan Sendiri di Media

Putri Anisa Yuliani - 14 Februari 2018 17:00 wib
Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan Foto: MI/Ramdani
Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Pasangan calon kepala daerah dilarang membuat iklan kampanye sendiri di media. Media kampanye akan dibuat dan diatur KPU.
  
Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengatakan ketentuan tersebut agar ada kesetaraan dalam kampanye dan tidak ada yang diistimewakan.
 
"Kandidat tidak boleh membuat iklan kampanye sendir. Iklan kampanye oleh KPU berprinsip keadilan dan kesetaraan. Jadi semua kandidat kita fasilitasi iklan kampanye," kata Wahyu di Gedung KPU RI, Rabu 14 Februari 2018.
 
Wahyu menyebut pihaknya akan menerima desain kampanye dari paslon untuk diperiksa agar sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah sesuai, KPU akan membuat kampanye tersebut untuk diedarkan dan ditayangkan.

Baca: Awasi Iklan Kampanye, KPI Bersinergi Bersama KPU & Bawaslu
 
Menanggapi nota protes dari penyiaran televisi terkait pembatasan materi kampanye, Wahyu menegaskan, pihaknya tidak membatasi namun, dalam hal membuat materi kampanye, palson tetap terikat aturan yang dibuat KPU dan semua pihak harus mematuhinya.
 
"Kita menjamin tak membatasi, hanya mengatur agar prinsip kampanye yang berkeadilan dan mengedukasi dapat diwujudkan dalam penyiaran dan pemberitaan," katanya.
 
Mulai besok KPU mengawasi tayangan yang beredar. KPU akan berkoordinasi dengan media penyiaran. Menurut Wahyu, KPU akan memfasilitasi segala bentuk tayangan yang hendak digunakan paslon dalam berkampanye, termasuk sinetron.
 
Namun, tayangan tersebut harus diproduksi KPU. Tayangan yang mengandung unsur kampanye dan tidak diproduksi oleh KPU akan dikenakan sanksi. Media yang menayangkan akan ditegur dan diminta menghentikan tayangan tersebut.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 19-02-2018