DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Matsutomo/Takahashi Kerap Menjadi Batu Sandungan Greysia/Apriyani

A. Firdaus - 11 Februari 2018 18:38 wib
Matsutomo (kiri) dan duetnya Takahashi kerap menjadi batu sandungan Greysia/Apriyani (Foto: AFP/ADEK BERRY)
Matsutomo (kiri) dan duetnya Takahashi kerap menjadi batu sandungan Greysia/Apriyani (Foto: AFP/ADEK BERRY)

Alor Setar: Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal mempersembahkan kemenangan untuk tim Putri Indonesia saat bertemu Jepang pada Semifinal Badminton Asia Team Championships 2018. Mereka takluk atas Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dalam pertarungan rubber game yang berdurasi 88 menit dengan skor 22-20, 19-21, 18-21.

Kekalahan itu sekaligus membuat Greysia/Apriyani memperpanjang catatan tak pernah menang atas pasangan rangking dua dunia tersebut.

Matsutomo/Takahashi kini kerap menjadi batu sandungan bagi Greysia/Apriyani. Padahal duet andalan Indonesia yang baru dipasangkan tahun lalu ini tercatat pernah mengalahkan hampir semua pasangan ganda putri kelas dunia.

Klik di sini: Eko Yuli & Surahmat Bawa Indonesia Sapu Bersih Emas Angkat Besi

Pertemuan pertama dengan Matsutomo/Takahashi terjadi di Korea Open 2017 dan Greysia/Apriyani dikalahkan dengan skor 15-21, 13-21. Pada pertemuan kedua di Japan Open Super Series 2017, Matsutomo/Takahashi kembali menang dengan skor 21-15, 12-21, 21-15.

Dalam laga di kandang sendiri, di Indonesia Masters 2018, Greysia/Apriyani masih belum dapat menembus pertahanan pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tersebut. Pada laga final, mereka kalah dua game langsung dengan skor 17-21, 12-21.

Terkini, pada semifinal Badminton Asia Team Championships 2018, Greysia/Apriyani lagi-lagi harus mengakui ketangguhan Matsutomo/Takahashi dalam pertarungan rubber game berdurasi 88 menit dengan skor 22-20, 19-21, 18-21.

Klik di sini: Ruang Makan & Parkiran Wisma Atlet Jadi Sorotan

Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian menyebut beberapa faktor yang membuat Greysia/Apriyani kembali menelan kekalahan atas ganda putri Jepang tersebut.

"Pasangan Jepang ini punya kemampuan komplit dan kuat di segala lini. Ditambah lagi shuttlecock yang dipakai di turnamen ini agak lambat, jadi butuh kesabaran dan keyakinan di setiap pukulan," ujar Eng Hian.

"Apri masih belum konsisten, kadang terburu-buru dalam menerapkan tempo permainan dan masih kurang variatif. Poin lawan banyak datang dari ketidaksiapan Greysia/Apriyani, mereka tidak siap pengembaliannya," terangnya.


Greysia Polii tampak terjatuh ketika meladeni permainan Matsutomo/Takahashi (Humas PBSI)

Eng Hian melanjutkan, padahal kalau dilihat pukulan lawan saat perantingan lagi tidak begitu kencang, tidak menyulitkan. Ia juga menganggap bahwa mungkin Greuysia/Apriyani sudah letih pada saat reli.

"Saya melihat kondisi fisik Greysia/Apriyani tidak siap, badannya sudah letih dari dua turnamen beruntun di Indonesia Masters 2018 dan India Open 2018," terangnya.

Di sisi lain, Eng Hian yang telah mengetahui catatan pertemuan tersebut, tetap menurunkan Greysia/Apriyani untuk meladeni ganda putri terbaik Jepang itu. Ia punya alasan sendiri mengenai hal itu.

"Saya sengaja menurunkan Greysia/Apriyani hari ini dan ketemu lagi sama Matsutomo/Takahashi, dengan tujuan mereka belajar lagi. Biarkan saja ketemu sebanyak-banyaknya dengan Matsutomo/Takahashi, dengan catatan harus belajar, dan saya lihat hasilnya memang sudah lebih baik dari pertemuan sebelumnya," tegasnya.

Partai Ketiga Test Event Basket Ditunda Akibat Konsleting Listrik



(FIR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BULU TANGKIS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BULUTANGKIS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018