DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Harapan Tontowi/Liliyana ketika Resmi "Bercerai"

Rendy Renuki H - 11 Juli 2018 21:01 wib
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: Medcom/Zam)
Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Foto: Medcom/Zam)

Jakarta: Kiprah ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir  tinggal menghitung waktu. Pasangan juara Olimpiade Rio de Janeiro 2016 itu akan resmi "bercerai", jika Liliyana positif memutuskan pensiun tahun depan.

Pasangan yang karib disapa Owi/Butet itu pun memiliki harapan masing-masing. Intinya, pasangan yang disatukan pada pertengahan 2010 itu tak ingin prestasi ganda campuran Indonesia berakhir di tangan mereka.

"Harapannya setelah saya pensiun, Owi bisa membina yang muda dan bisa berprestasi lagi. Membawa prestasi ganda campuran tidak berhenti di sini dan mengorbitkan bibit-bibit baru," ujar Butet saat acara penerimaan bonus pemenang Indonesia Open 2018 yang diberikan Djarum Foundation di Galeri Indonesia Kaya, Rabu (11/7) .

"Saya yakin, yang penting leadership dia ada, mau share pengalamannya dan mau bersabar. Harusnya bisa, cuma enggak gampang dan enggak cepat. Butuh kerja keras, kesabaran, dan motivasi lebih," sambungnya.

Klik: Liliyana Natsir Khawatir Tinggalkan Tontowi

Pun begitu dengan Owi. Ia berharap segera menemukan pengganti ideal usai Butet pensiun. Owi ingin tetap mencetak prestasi dengan pasangan barunya, walau diakuinya akan sulit menyamai torehan prestasi ya bersama Butet.

"Harapan saya tentu semoga bisa mendapatkan pasangan yang baru, dan bisa menunjukan prestasi. Walau mungkin tidak bisa melebihi Owi/Butet, tapi minimal mendekati," tutur Owi.

Klik: Salam Mengharukan dari Owi/Butet

Ia pun menilai banyak membutuhkan persiapan dan latihan ekstra jika nanti menemukan pasangan ganda campuran baru. Terutama dari segi mental, karena menurut Owi hal itu cukup penting untuk membangun kekompakan.

"Yang pasti menyiapkan mental. Pasangan baru nanti tentu punya skill dan gaya permainannya berbeda. Itu membutuhkan latihan ekstra keras, entah latihan fisik atau teknik. Yang pasti saya akan siap sembari berusaha tegar," tutupnya.




(KAU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BULU TANGKIS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BULUTANGKIS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018