DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pelatih Ganda Putra Komentari Hasil Fajar/Rian di German Open

Rendy Renuki H - 13 Maret 2018 07:37 wib
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ANTARA FOTO/HO/Humas PBS)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ANTARA FOTO/HO/Humas PBS)

Jakarta: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal merebut gelar juara German Open 2018 usai kalah di partai final, Senin 12 Maret. Kekalahan itu pun mendapat perhatian dari pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, yang menyebut konsentrasi menjadi faktor kekalahan Fajar/Rian.

Menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak final, Fajar/Rian takluk oleh Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Pasangan Indonesia yang menjadi unggulan ketujuh di turname itu takluk 16-21 dan 18-21 dari wakil Jepang.

"Sebetulnya di awal mainnya normal, sudah benar. Setelah servisnya dinyatakan fault sebanyak lima kali, konsentrasi Fajar agak terganggu. Dia jadi fokus ke servisnya, bola kedua ketiganya jadi agak kagok," terang pelatih yang kerap disapa Herry IP dilansir situs resmi PBSI.

Baca: Kalah di Final, Fajar/Rian Salahkan Aturan Servis Baru


"Saya tanya Fajar, dia bilang iya memang jadi terganggu. Sedangkan menurut saya, di pasangan ini playmaker-nya Fajar, dia lebih dominan untuk mengatur cara mainnya. Selain itu, Fajar/Rian banyak bikin kesalahan terutama diatas angka 16, pemain Jepang banyak dapat poin gratis," sambungnya.

Ia pun menyebut jika Fajar/Rian bermain kurang "membunuh" melawan Inoue/Kaneko. Namun, Herry menilai kekalahan di final turnamen kategori BWF World Tour Super 300 ini bukan merupakan sebuah kegagalan.

Ia optimistis Fajar/Rian tetap bisa menjadi andalan Indonesia di turnamen selanjutnya, yaitu All England 2018. Herry pun menegaskan jika telah menyiapkan strategi untuk Fajar/Rian jika nantinya bertemu kembali dengan Inoue/Kaneko.

"Kedua pasangan ini sekelas, kekuatannya imbang. Kelebihan pasangan Jepang ini mainnya safe, sabar, jarang bikin kesalahan sendiri. Kalau mau dapat poin dari mereka, kita harus benar-benar membunuh."

"Fajar/Rian selama di German Open mainnya bagus, sesuai yang diharapkan. Di final, mungkin ada faktor sudah tiga kali ketemu kalah terus, tetapi saya menilainya tidak begitu. Di pertemuan yang akan datang, saya sudah punya strategi baru untuk Fajar/Rian supaya mengalahkan Inoue/Kaneko," tutupnya.

 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BULU TANGKIS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BULUTANGKIS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 15-12-2018