Saina Nehwal Ingin Jadwal Bulu Tangkis seperti Tenis

Kautsar Halim - 01 Januari 2018 18:33 wib
Saina Nehwal. (AFP PHOTO / ANDY BUCHANAN)
Saina Nehwal. (AFP PHOTO / ANDY BUCHANAN)

New Delhi: Pebulu tangkis tunggal putri andalan India, Saina Nehwal, kurang setuju dengan aturan baru yang diterapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Menurutnya, aturan tersebut malah membuat kebugaran pemain mudah cedera.  

Beberapa waktu lalu, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengumumkan jadwal turnamen untuk musim 2018. Saat itu, mereka disebutkan dengan mengganti nama turnamen Superseries dan Superseries Premier dengan sebutan "Tur Dunia".

Dalam pengumuman jadwal tersebut, BWF juga menyelipkan aturan baru agar perhelatan turnamen makin kompetitif, yakni dengan mewajibkan tiap pemain papan atas agar tampil minimal 12 turnamen di sepanjang musim.


Klik: Kisah Hidup Lee Chong Wei Diangkat ke Layar Perak


Para pemain papan atas yang dimaksud BWF memiliki ketentuan berbeda. Untuk sektor tunggal (putra-putri) berarti para pemain yang berada di urutan 15 besar dunia, sedangkan untuk sektor ganda (putra-putri) harus bertengger di urutan 10 besar dunia.

BWF tampak serius ingin membiasakan aturan baru tersebut kepada para pemain yang terlibat di musim 2018. Pasalnya, mereka juga sudah menyiapkan denda apabila ada yang melanggarnya.

Saina merupakan mantan pebulu tangkis ranking satu dunia dan panutan bagi pebulu tangkis muda di India. Ia tahu benar bagaimana beratnya perjuangan yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi besar. Oleh karena itu, Saina tidak setuju dengan perubahan yang dilakukan BWF. 

"Jika saya adalah presiden BWF, maka saya akan menyontek agenda tenis dunia. Mereka memiliki empat atau lima event besar seperti Grand Slam yang menjanjikan hadiah besar," ujar Saina.

"Saya senang ada perubahan yang lebih baik dalam uang hadiah. Tapi bakal sulit kalau yang diubah adalah kalendernya," tambahnya.

"Perubahan agenda itu tentu mempengaruhi kebugaran semua pemain dan saya sendiri butuh waktu cukup banyak agar bisa kembali ke level yang diinginkan," lanjut Saina.


Klik: PBSI Cari Komposisi Ganda Campuran Terbaik


Kritik Saina diamini juga oleh Gopichand yang bertugas sebagai Kepala Pelatih Bulu Tangkis India. Ia beranggapan, perubahan aturan itu tidak berfaedah dan cenderung membahayakan masa depan sang pemain.

"Keinginan mereka sama sekali tidak membantu karena hanya membuat pemain memaksakan diri untuk ikut banyak turnamen," pungkas Gopichand. (Badmintonplanet)




(KAU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BULU TANGKIS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA BULUTANGKIS
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-01-2018