DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Dikalahkan Slingers untuk Ketiga Kalinya, CLS Belum Bisa Bangkit

Krisna Octavianus - 15 Januari 2018 06:00 wib
Suasana pertandingan CLS vs Slingers (Foto: ist)
Suasana pertandingan CLS vs Slingers (Foto: ist)

Surabaya: CLS Knights Indonesia mengalami tiga kali kekalahan beruntun atas Singapura Slingers. Terbaru, CLS harus mengakui keunggulan tamunya 92-81 meski bermain di hadapan pendukung sendiri di GOR Kertajaya, Surabaya pada Minggu 14 Januari malam WIB.

Laga yang berlangsung panas ini sempat diwarnai dengan bersitegangnya dua pemain asing dari masing-masing kubu, Brian Williams (CLS Knights) dan Chris Charles (Slingers). Keduanya pun akhirnya harus keluar lebih awal sebelum pertandingan usai, karena telah lima kali mendapatkan hukuman pelanggaran sejak kuarter awal.

CLS Knights Indonesia menurunkan komposisi lima pemain terbaiknya yakni Mario Wuysang, Frederick Lee Jones Lish, Decorey Aaron Jones, Brian Michael Williams, dan Sandy Febiasnyakh Kurniawan. Sementara, Singapura Slingers yang diarsiteki oleh Neo Beng Siang bertumpu pada pemain World Impor andalannya yakni Xavier Alexander dan center baru mereka, Chris Charles.

Tujuh menit pertandingan bergulir, Mario Wuysang dan rekan-rekannya sempat mengimbangi dengan saling silih berganti angka. Tapi di sisa tiga menit berikutnya, tim lawan tampil lepas dan berhasil unggul 35-21. Keunggulan mereka di kuarter ini tidak lepas dari penampilan gemilang Han Bing Ng dan Chris Charles. Masing-masing tampil produktif dengan mencetak 14 dan 12 angka.

Kuarter kedua Slingers kembali unggul (45-42). Walau demikian, justru CLS Knights lah yang kali ini lebih menggigit berkat energi dari para suporternya. Sempat tertinggal 20 poin (kedudukan 21-41), secara perlahan tim kebanggaan warga Surabaya tersebut akhirnya menipiskan kedudukan menjadi tiga angka saja. Brian Williams yang pada kuarter pertama hanya mencetak lima angka, membuktikan kehebatannya. Center jebolan Universitas Tennessee itu memberikan sumbangsih tambahan sembilan poin pada dua kuarter awal.

Pada kuarter selanjutnya, Mario Wuysang melepaskan tembakan tiga angka, disusul lay up Sandy Febiansyakh beberapa detik kemudian hasil umpan matang Brian Williams. Situasi ini membuat CLS berbalik unggul 47-45. Sandy kembali memberi asa keunggulan timnya, lewat tembakan khas tiga angka yang bersarang telak menembus jala ring Slingers. Kedudukan menjadi 50-45 dan memaksa kubu Slingers meminta time out. Situasi ini terbukti ampuh bagi Slingers untuk mengatur ulang permainan mereka. Hasilnya, Slingers pun dapat kembali unggul di akhir kuarter ketiga (68-62).

Perlawanan gigih CLS Knights untuk mengejar ketertinggalanya akhirnya kandas pada kuarter keempat. Slingers dengan nyaman kembali memperbesar keunggulannya dan sekaligus menghukum CLS Knights dengan tiga kali kekalahan beruntun saat melawan mereka.

Dua pemain Slingers Han Bin Ng dan Alexander Xavier sama-sama mencetak 22 angka. Sementara jenderal permainan CLS Knights Indonesia, Mario Wuysang menjadi top skorere bagi timnya dengan raihan 20 poin.

"Seperti biasa, CLS Knights memberikan ancaman kepada kami khususnya pada kuarter kedua. Mereka bermain dengan gigih dan tidak menyerah. Tapi kami kembali ke trek permainan kami sesungguhnya," ujar pelatih Slingers, Neo Beng Siang.

"Saya sependapat dengan coach, mereka tidak pernah menyerah meski kami sudah unggul dua puluh poin. Di kuarter kedua mereka juga tampil baik sekali," kata kapten tim Slingers, Han Bing Ng.

Managing Partner CLS Knights Indonesia, Christopher Tanuwidjaja dalam konfernsi pers mengatakan ia kecewa dengan kekalahan ini dan akan mempertimbangkan untuk mengganti beberapa pemain.

"Kita disini bukan untuk kalah. Saya capek kalah terus. Penggantian pemain yang ada belum siap. Saya kira bukan karena faktor pelatih, game plan yang dijalankan Koko cukup baik. Di liga ini, fungsi pemain asing berperan sangat besar. Hal lainnya yang saya ingin sampaikan, saya berterima kasih untuk kesabaran fans CLS yang merupakan fans basket terbaik di Indonesia," papar Christopher Tanuwidjaja.

"Mereka bukan tim sembarangan dan punya pelatih bagus. Saya cuma ingin bilang kepada rekan media dan juga fans, ibaratnya kami ini seperti bayi yang baru merangkak. Lawan-lawan kami lainnya sebagian sudah malang melintang di liga ini. Untuk itu saya harap semuanya bersabar dan butuh proses. Saya juga tidak ingin kalah, Tapi liga ini baru bagi kami dan peran pemain asing sangat besar juga untuk membantu kinerja tim," ujar Koko kepada awak media.

Selanjutnya, CLS Knights Indonesia akan menjamu tim asal Filipina, Tanduay Alab Pilipinas pada Sabtu 20 Januari 2018.

 


(KRS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ASEAN BASKETBALL LEAGUE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SPORTSLAINNYA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018