Sekjen FASI: Peminat Olahraga Dirgantara Kian Tinggi

Alfa Mandalika - 12 April 2016 10:17 wib
Menpora Imam Nahrawi (Kanan) bersama Sekjen Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pusat, Marsma TNI Nazirsyah. (Foto: Lassak Imaji/ Tagor Siagian)
Menpora Imam Nahrawi (Kanan) bersama Sekjen Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pusat, Marsma TNI Nazirsyah. (Foto: Lassak Imaji/ Tagor Siagian)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekjen Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pusat, Marsma TNI Nazirsyah, M.Sc mengatakan peminat olahraga dirgantara di Indonesia sudah meningkat. Hal itu terlihat dari tingginya animo peserta yang mengikuti Piala KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara).

FASI Pusat menggelar Piala KSAU untuk menyambut peringatan ulang tahun korps TNI Angkatan Udara pada 9 April lalu. Dan peserta yang mendaftar boleh dibilang melebihi ekspektasi.

"Kami telah menyelenggarakan Piala KSAU 1-8 April lalu, yang diikuti cabang Gantolle, Microlight/Gantolle Bermotor, Paralayang, Paramotor, Terjun Payung dan Aeromodeling. Membludaknya jumlah peserta sangat menggembirakan, itu bukti minat terhadap olahraga dirgantara di kalangan generasi muda begitu besar,” tegas Nazirsyah dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Selasa (12/4/2016).

Nazirsyah juga menambahkan bahwa pada penyelenggaraan Piala KSAU 2017, direncanakan mengundang peserta asing. “Ini penting untuk membantu atlet kita meningkatkan ketrampilan dan mental berlomba, agar siap bersaing di tingkat dunia” sambungnya.


Suasana lomba paralayang. (Foto: Lassak Imaji/ Tagor Siagian)

Di cabang Paralayang saja, peserta mencapai 130 pilot. Sementara di cabang Gantolle/Layang Gantung, pesertanya adalah para atlit yang akan mengikuti PON (Pekan Olahraga Nasional) XIX Jawa Barat, September ini.

Diakuinya, Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga dirgantara dunia, bukan saja dari segi prestasi, namun juga kemampuan menggelar kejuaraan tingkat dunia. Buktinya, Pra Piala Dunia Lintas Alam Paralayang (Pre PWC) akan berlangsung 13-20 Agustus di Matantimali, Sigi, Palu, Sulawesi Tengah.

Sampai saat ini, sudah sekitar 120 pilot asal 21 negara mendaftarkan diri. Indonesia juga sudah mengajukan diri sebagai tuan rumah World Air Games (WAG) 2019, setingkat Olimpiade bagi cabang olahraga dirgantara. Pada WAG 2015 di Dubai, Uni Emirate Arab, Indonesia diwakili Lis Andriana dan Darumaka Rajasa dari cabang Paralayang.

Untuk tingkat organisasi, Federasi Aeronautika Internasional (FAI) sebagai induk olahraga dirgantara dunia, mempercayakan FASI sebagai penyelenggara Sidang Umum Ke-110 FAI, 10-15 Oktober mendatang di Bali. Diikuti utusan dari sekitar 95 negara, selain membahas kalender kegiatan 2018, juga usulan revisi sejumlah peraturan lomba.

Menyambut Sidang Umum FAI tersebut, akan ada pemecahan rekor terbang 120 Paralayang di Bukit Timbis, Nusa Dua pada 12 Oktober. Bukan saja para atlit Paralayang, namun unsur dari TNI AU dan Kopassus juga akan dilibatkan. Rekor bertahan terbang bersama Paralayang adalah 99 payung yang tercatat pada 2009, juga di Bukit Timbis.

 


(ASM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OLAHRAGA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SPORTSLAINNYA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018