Atletik Asian Games 2018: Agus Prayogo Naik Pangkat jadi Perwira

Kautsar Halim - 28 Juli 2018 12:39 wib
Agus Prayogo. (Foto: Istimewa)
Agus Prayogo. (Foto: Istimewa)

Jakarta: Sebagai atlet lari, nama Agus Prayogo memiliki segudang prestasi. Pria yang lahir di Bogor 33 tahun silam ini sudah banyak dikenal, baik di kancah nasional maupun internasional. Lima medali emas SEA Games, lima rekor nasional, serta lima medali di ajang PON menjadi bukti betapa hebatnya Agus Prayogo.

Atas prestasi tersebut, Agus pun dilantik menjadi Perwira dan sudah berpangkat Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) terhitung sejak Jumat 27 Juli 2018. Setelah mengikuti rangkaian Prasetya Perwira (Praspa) yang dilantik langsung oleh KASAD Jenderal TNI Mulyono di Secapa AD, Agus yang masih mengenakan Seragam PDU-1 menceritakan perjalanan suksesnya sebagai atlet maupun anggota TNI AD. 

"Tahun 1995 ketika berumur 10 Tahun, saya tinggal di Magelang, kebetulan di kampung saya ada klub lari. Di kampung saya itu kan musiman, musimnya main bola ya main bola, musimnya layangan ya main layangan. Karena waktu itu senang lari, saya tidak sengaja ikut teman-teman untuk ikut klub lari. hal tersebut terus berlanjut ketika ada Porseni tingkat SD di Magelang dan saya berkesempatan mewakili sekolah dan syukur bisa jadi juara," ujar Agus ketika diwawancarai di Kantor Penhumas Secapa AD.

“Saya mulai terpikir menjadi atlet profesional ketika mengenyam pendidikan di SMP. Ketika itu, saya diberitahu oleh pelatih di Magelang bahwasannya di Salatiga ada beberapa klub lari yang atletnya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Akhirnya saya memutuskan untuk hijrah ke Salatiga dan bergabung dengan klub lari tersebut," ungkapnya.

Klik: Persaingan Red Bull & Ferrari di Hari Pertama Latihan Bebas Hungaria

Menjadi seorang pelari profesional tidak semudah membalikkan telapak tangan bagi Agus. Banyak jalan terjal yang dihadapi anak ketiga dari lima bersaudara ini untuk mengukir prestasi, salah satunya meninggalkan keluarga serta masa kecilnya.

"Yang saya rasa berat adalah ketika harus meninggalkan keluarga, teman-teman bermain di masa  kecil, dan harus pindah ke lingkungan yang baru," ucapnya.

Tekad dan keinginan Agus untuk menjadi pelari hebat tak pernah padam dalam dirinya. Usaha dan pengorbanan Agus selama meniti karier ingin diwujudkan dengan sebuah keberhasilan. Meski di tengah persimpangan pilihan, Agus berhasil menjalani pendidikan dan karir sebagai atlet dengan baik. 

"Saya memutuskan untuk fokus ke sekolah atau saya fokus ke dunia lari tapi harus jadi atlet. Jadi saya enggak pernah berpikiran untuk berhenti sebelum berhasil," ujar Agus.

Klik: Target Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia

Niat dan tekadnya terus dipupuk, terlebih saat dirinya direkrut menjadi prajurit TNI AD dengan pangkat Sersan Dua pada tahun 2008. Mental dan fisik serta karakternya semakin tertempa. Karier di TNI AD tidak menjadi halangan untuk berprestasi, namun justru menjadikan dirinya sebagai petarung di lintasan lari yang tidak kenal menyerah untuk menjadi juara.

Jiwa Nasionalisme dan perjuangan tanpa lelah yang ditanamkan selama menjadi prajurit TNI AD menjadi penguat moral dan pemicu untuk mengibarkan bendera Sang Merah Putih di puncak prestasi. Baginya, menjadi prajurit TNI AD adalah pilihan yang tepat, karena selama ini tidak pernah ada hambatan dari institusi. Justru sebaliknya, Agus malah mendapat dukungan secara maksimal. 

“Pada event SEA Games 2015 di Singapura, saya mendapatkan medali emas dan perak. Atas prestasi tersebut Kasad menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Serka, sehingga saya naik pangkat tiga periode lebih cepat dibanding rekan seangkatan,” tutur Agus.

“Satuan saya selalu memberikan dorongan semangat untuk senantiasa memacu diri dan memberikan yang terbaik. Seperti pada SEA Games 2009, meski tidak menjadi unggulan dan tidak ditargetkan medali karena belum pernah menjadi juara PON atau nasional, dengan kebulatan tekad untuk membayar kepercayaan pimpinan dan rakyat Indonesia, akhirnya berhasil memberikan kejutan dengan mempersembahkan emas bagi Indonesia," sambungnya.

Prestasi yang terus terkumpul tidak membuat Agus menjadi sombong ataupun jemawa. Pasalnya, ia malah menjadi prajurit yang makin taat dan loyal kepada atasan maupun satuan. Alhasil, Agus pun mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan menjadi Perwira.

"Yang pasti saya sangat berterimakasih. Saya sangat bangga menjadi prajurit  TNI AD, apalagi atas pencapaian ketika mendapat peluang mengikuti pendidikan Perwira. Selain itu, saya juga diberikan kesempatan untuk terus fokus berlatih menuju ke Asian Games," ucapnya.

Selain itu, hal lain yang tak bisa dipungkiri adalah terus mengalirnya dukungan dar keluarga serta teman-teman terdekatnya yang juga berpengaruh terhadap karier. Namun, seiring usia yang terus bertambah, Agus tetap mengharapkan regenerasi pelari-pelari nasional yang bagus dan kompetitif. 

"Harapan saya tidak hanya untuk bangsa Indonesia secara umum, dan khususnya untuk TNI AD. Mudah-mudahan ada regenerasi yang nanti meneruskan prestasi saya, baik di tingkat nasional maupun internasional," pungkas Agus. (RO)

 


(KAU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OLAHRAGA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SPORTSLAINNYA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-01-2019