Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp 3.686.055.402 (23 JULI 2018)

Perbedaan SEA Games dan Asian Games Menurut Menpora

Gervin Nathaniel Purba - 12 Juli 2018 19:33 wib
Menpora Imam Nahrawi (Foto:Antara/Yudhi Mahatma)
Menpora Imam Nahrawi (Foto:Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta: Menpora Imam Nahrawi menjelaskan secara singkat tentang sejumlah perbedaan Asian Games dengan SEA Games yang selama ini masih kerap keliru dipahami oleh masyarakat. Selain perbedaan dari negara pesertanya, sejumlah perbedaan lainnya terkait penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan.

Antara Sea Games dan Asian Games, selain perbedaan dalam hal negara peserta, sejumlah perbedaan lain di antaranya terkait penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan yang diatur sesuai dengan SEA Games Federation Chapter and Rules, atau jumlah cabang olahraga yang wajib dan minimum dipertandingkan. Namun tuan rumah memiliki kewenangan penuh untuk menambah dan atau mengurangi cabang-cabang olahraga dan nomor pertandingan tertentu yang diperhitungkan dapat menguntungkan pihak tuan rumah. 

Sementara hal yang berbeda dengan Asian Games, ada cabang-cabang olahraga yang wajib dipertandingkan berbasis Olimpiade dan Non Olimpiade, sedangkan usulan tuan rumah sangat terbatas jumlahnya dan itu pun harus sesuai persetujuan OCA (Olympic Council of Asia- Dewan Olahraga Asia).

Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games sejak 1952, prestasi terbaik ditorehkan Indonesia saat menjadi tuan rumah pada Asian Games 1962. Sementara pada Asian Games 2014 di Incheon, Indonesia menempati peringkat ke 17 dengan empat medali emas. Pada Asian Games 2018 nanti saat Indonesia kembali menjadi tuan rumah dan mempertandingkan 40 cabang olahraga, Indonesia diharapkan mampu masuk dalam peringkat 10 besar. 

"Kami ingin publik mengetahui konteksnya dengan benar bahwa dengan memberikan gambaran realistis tentang kemungkinan prestasi yang diperkirakan akan diraih. Pertanyaan publik tentu muncul, jika jadi tuan rumah, kenapa tidak sekaligus target juara umum? Siapa pun tentu berharap bahwa Indonesia bisa menjadi juara umum, seperti halnya saat Indonesia menjadi penyelenggara SEA Games 2011 di Palembang. Tetapi tentu saja konteks SEA Games dan Asian Games tidak dapat disamakan. Jika melihat dari peta persaingan berdasarkan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan dan kekuatan negara-negara yang ada saat ini, untuk meraih 10 besar itu kita minimal harus meraih 16-20 medali emas,” kata Menpora.

Sejumlah cabang olaharaga yang diharapkan akan menjadi cabang-cabang yang mampu memberikan medali emas kepada Indonesia diantaranya paralayang, dayung, jetski, bulutangkis, wushu, bridge, angkat besi, pencak silat, panjat tebing, dan taekwondo. 

“Kita punya juara-juara dunia yang saat ini menempati peringkat satu dunia seperti di cabang olahraga bulutangkis, jetski, paralayang, wushu, pencak silat dan panjat tebing. Kita berharap konsistensi para atlet kita untuk mempersembahkan prestasi yang terbaik, dan meraih medali sesuai dengan yang kita harapkan,” kata dia.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga menyerukan semangat #AyoIndonesia kepada seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap sukses prestasi Indonesia di Asian Games 2018. 

"Sejak Indonesia resmi ditetapkan sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018, Kita telah mencanangkan untuk sukses sebagai penyelenggara sekaligus sukses prestasi olahraga. Komitmen ini secara serius telah kita berikan sejak awal dengan mengawal prestasi atlet yang akan bertanding, oleh karena itu semangat #AyoIndonesia ini adalah bentuk dukungan yang ingin kita berikan kepada atlet," ujar Menpora, di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA KEMENPORA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SPORTSLAINNYA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018