DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Atlet Lompat Galah Kubur Mimpi di Kejuaraan Dunia U-20

Dendi Suharyana - 09 Juli 2018 10:17 wib
Atlet lompat galah putra Indonesia Idan Fauzan Richsan saat bertandin di Asian Games Invitation Tournament (Foto: Antara Foto/PRASETYO UTOMO)
Atlet lompat galah putra Indonesia Idan Fauzan Richsan saat bertandin di Asian Games Invitation Tournament (Foto: Antara Foto/PRASETYO UTOMO)

Jakarta: Atlet lompat galah Indonesia Idan Fauzan harus mengubur mimpi untuk berangkat ke Tempere Stadium, Finlandia, tempat di mana Kejuaraan Dunia IAAF U-20 berlangsung. Kegagalan itu gara-gara ia tak bisa membawa galahnya ke Finlandia.

Kabar buruk itu dikonfirmasi oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) melalui Sekretaris Umum Tigor M Tanjung. Faktornya adalah, tak ada maskapai yang mau mendistribusikan galah yang akan digundakan Idan di Finlandia.

“Tadinya, kami juga akan memberangkatkan pelompat galah Idan Fauzan, tapi karena kendala galahnya yang tidak bisa diangkut pesawat, ia tidak jadi berangkat,” ujar Tigor.

Idan merupakan pemegang Rekornas lompat galah putra dengan lompatan setinggi 5,20 meter.  Ia juga masuk daftar atlet yang akan diturunkan di ajang Asian Games 2018 mendatang.

Klik di sini: Beragam Fakta Menarik jelang Semifinal Piala Dunia 2018

Kegagalan memberangkatkan atlet lantaran tak bisa membawa galah, sudah menjadi persoalan lama PB PASI. Meski harus memaksa atlet atlet Indonesia berlaga di luar negeri, mereka juga tanpa galah yang biasa digunakan. Hasilnya, tak bisa mendapatkan prestasi terbaik.

Dengan demikian, PB PASI hanya akan memberangkatkan dua atlet mereka, yaitu pelari gawang putra Halomoan Edwin Binsar dan sprinter Lalu Muhammad Zohri. Keduanya sudah terbang pada 8 Juli dan akan tiba di Finlandia pada malam ini.

Kejuaraan Dunia IAAF U-20 akan berlangsung dari tanggal 10 sampai 15 Juli 2018. Kedua atlet ditemani pelatih masing-masing, yaitu Kikin Ruhuddin dan Erwin Renaldo Maspaitella.

PB PASI tak memancang target muluk buat kedua atlet muda nasional tersebut. Kesempatan ini, menurut Tigor, akan digunakan untuk menambah jam terbang dan mempertajam waktu terbaik mereka sebelum puncaknya nanti di Asian Games 2018 Jakarta Palembang.

Indonesia Open Terakhir Butet



(FIR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ASIAN GAMES 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SPORTSLAINNYA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018