Atlet Silat Indonesia Siap Latih Speed Tendangan di Korea

Monica Felicitas Gracia V - 13 Februari 2018 16:21 wib
Tendangan pesilat di salah satu ajang Test Event Asian Games 2018-(INASGOC)
Tendangan pesilat di salah satu ajang Test Event Asian Games 2018-(INASGOC)

Jakarta: Usai melakukan pemusatan latihan atau Trainning Camp (TC) akhir Desember lalu di Jepang, bersama juara dunia Judo mengenai teknik banting, para atlet silat Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), mengagendakan akan melakukan TC lagi ke Korea untuk memperdalam speed tendangan, seperti tendangan yang dimiliki Taekwondo.

Rencana tersebut dikatakan Pelatih Kepala Pelatnas IPSI Roni Syaifullah kepada Medcom.id, Selasa 13 Februari 2018. Roni mengatakan, agenda ini diharapkan menjadi persiapan khusus jelang Asian Games, Agustus mendatang.

"Tidak masalah jika kami belajar dari cabang olahraga lain. Karena ini bisa menjadi kolaborasi untuk performance program," ujar Roni.

Baca juga: Pesilat Abdul Malik Kalahkan Jawara SEA Games 2017

Tak hanya mengagendakan TC ke Korea, IPSI juga akan mengikuti beberapa event padat mulai Februari hingga awal Mei, guna penyaringan pesilat inti, yang akan memperkuat skuat Pelatnas Indonesia di cabor Pencak Silat.

"Kualitas pemain akan dilihat di test event ini. Bagi yang tidak main pun ada event sebelum Mei, ada beberapa kejuaraan di Malaysia dan beberapa uji coba ke Thailand, Vietnam dan agenda tahunan yang kami ikuti Belgia Open pada awal Mei. Namun, itu tergantung support pemerintah," kata Roni.

Event-event inilah yang menjadi bahan penilaian PB IPSI, untuk melakukan promosi degradasi pada akhir Mei sehingga terbentuk 22 atlet inti pencak silat untuk Asian Games.

Baca juga: Raih Medali Emas, Timnas Basket Tetap Dievaluasi

Dalam skuat test event kali ini, 60 persen di antaranya merupakan skuat SEA Games 2017 lalu, dan 40 persen lainnya merupakan hasil penjaringan Seleknas (Seleksi Nasional) November 2017.

"Nantinya setelah test event ini akan kami evaluasi. Terutama beberapa kelas yang gagal dalam test event. Salah satu nomor yang lemah ada di kelas F 70-75 kg, yang kemarin atlet kami Amri Rusdana kalah dengan Malaysia," kata Roni.

Kekalahan Amri melawan pesilat Malaysia Mohd Fauzi Khalid di babak quarter final dengan skor 3-2, lebih lanjut Roni menjelaskan, karena kurang tepat mengatur penempatan strategi.

"Akan ada evaluasi di kelas F untuk mengisi skuat Asian Games," imbuh Roni.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: IAAF Nilai Venue Lompat Jauh & Lompat Jungkit GBK Tak Layak
  



(RIZ)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OLAH RAGA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA SPORTSLAINNYA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 27-05-2018