DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Gembira di Jalan Konstitusional

- 11 Agustus 2018 07:22 wib
Editorial Media Indonesia
Editorial Media Indonesia

PEMILIHAN Presiden 2019 kini memasuki tahapan penting. Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum. Mereka ialah Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tahapan pendaftaran itu disebut penting karena sudah ada kepastian siapa saja yang berkontestasi. Kepastian itu justru hadir di hari terakhir pendaftaran, kemarin.

Pemilu sesungguhnya membuka peluang akan terjadi suksesi kepemimpinan nasional. Melalui pemilu, semua calon bersaing dalam usaha meraih suara terbanyak. Dengan kata lain, pemilu ialah satu-satunya jalan konstitusional menuju suksesi.

Dalam rangka memperoleh suara terbanyak, para calon pemimpin diharuskan berkontestasi secara bebas, adil, jujur, dan demokratis dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas di antara mereka.

Sebagai jalan konstitusional, pemilu damai merupakan keinginan semua pihak. Pada setiap pemilu kita berharap pesta demokrasi dapat terselenggara secara damai, aman, tenteram, dan terutama menyenangkan.

Dalam perspektif itulah kita mengapresiasi ajakan capres petahana Joko Widodo agar seluruh rakyat menjadikan proses Pemilu 2019 benar-benar menjadi perayaan kegembiraan dalam berdemokrasi.

Kegembiraan dalam pemilu sejatinya sebuah keniscayaan. Setiap orang bisa mengekspresikan berdemokrasi dengan kegembiraan, penuh dengan sukacita.

Sukacita karena orang per orang yang memiliki hak pilih bebas memilih calon pemimpin terbaik. Tidak ada paksaan dan tidak dibolehkan memilih di bawah tekanan. Ia merayakan kegembiraan saat memilih karena diyakini pemimpin yang dipilih mampu membawa harapan baru, setidaknya mampu merawat harapan yang sudah dibangun pada periode kepemimpinan sebelumnya.

Setiap pemimpin harusnya berupaya semaksimal mungkin mewujudkan kemakmuran dan keadilan sosial. Harus jujur dikatakan bahwa kemakmuran dan keadilan sosial itu ayat konstitusi yang paling merana dalam praktik sejak kemerdekaan.

Salah satu alasan kuat bagi rakyat untuk bergembira mengikuti seluruh proses Pilpres 2019 ialah janji setiap kontestan yang akan sekuat tenaga menegakkan ayat-ayat konstitusi.

Alasan lain untuk tetap bergembira dalam proses Pilpres 2019 ialah karena melalui pemilu, antara lain, bangsa ini mengangkat harkatnya sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Inilah saat yang baik untuk mempertontonkan demokrasi substantif, bukan sekadar prosedural.

Dalam demokrasi substantif, para kontestan bertarung pada gagasan besar untuk menegakkan ayat-ayat konstitusi. Tidak lagi menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan, misalnya memainkan politik identitas. Masyarakat juga jangan mau diadu domba elite politik hingga masuk kubangan perpecahan yang tak mudah disembuhkan.

Rakyat patut juga bergembira karena pada saat pendaftaran, Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno menyoroti persoalan kemiskinan. Jauh lebih penting ialah persoalan kemiskinan itu tidak hanya berhenti pada ucapan, tapi juga disertai peta jalan untuk mengatasinya. Dari peta jalan yang mestinya masuk program kampanye itulah muncul harapan bahwa lima tahun mendatang Indonesia jauh lebih baik daripada hari ini.

Tidak hanya terkait dengan kemiskinan, visi-misi yang selanjutnya dijabarkan dalam program kampanye itu juga mesti secara jelas dan tegas memuat upaya-upaya meluruskan ayat-ayat konstitusi yang belum ditegakkan. Dengan begitu, rakyat mestinya bergembira karena visi-misi pasangan calon tidak mengawang-awang.


ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA EDITORIAL MEDIA INDONESIA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 19-10-2018